TB Hasanuddin: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza di Bawah BoP Berisiko Tinggi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti rencana pengiriman prajurit TNI dalam pasukan International Stabilization Force (ISF) di bawah kendali Board of Peace (BoP). 

Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang sangat berisiko tinggi dan tidak menguntungkan, baik dari sisi politik maupun militer.

Baca Juga :
Singgung Board of Peace, PDIP Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Harus Lewat PBB
BoP Minim Legitimasi dan Berisiko, RI Harus Perjuangkan Palestina Lewat OKI

“Soal rencana pengiriman prajurit TNI dalam pasukan ISF di bawah BoP, saya melihat ini sebagai partisipasi Indonesia dalam eksperimen pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sangat berisiko tinggi dan menelan biaya tidak sedikit,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, dikutip Senin, 16 Februari 2026.

TB Hasanuddin menuturkan, terdapat beberapa aspek penting yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Pertama, masih belum jelasnya mandat ISF. Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang disetujui pada November 2025 memang menyebutkan peran ISF membantu BoP untuk mendukung gencatan senjata dan demiliterisasi di Gaza. 

Namun, dalam perkembangannya, BoP justru menjadi organisasi yang secara struktural didominasi oleh satu negara, yaitu Amerika Serikat, dan bukan bersifat kolektif kolegial.

Selain itu, dalam piagam pendiriannya, BoP tidak secara spesifik menyebutkan soal perdamaian Gaza. Kondisi ini dinilai berbahaya karena ISF dapat menjadi seperti “cek kosong” bagi pihak yang mendominasi BoP, sehingga mandatnya bisa diubah sesuai kepentingan tertentu.

“Hal ini menjadi pertanyaan, apakah ISF benar-benar mewakili kepentingan negara pengirim atau hanya menjadi instrumen pihak tertentu di Gaza. Pemerintah kita harus mempelajari betul mandatnya,” tutur dia.

Kedua, aspek penerimaan (acceptance) dari pihak-pihak yang berkonflik di Gaza terhadap ISF. TB Hasanuddin, yang pernah terlibat sebagai kontingen RI dalam Pasukan Perdamaian PBB di Irak dan Kuwait, menegaskan bahwa persetujuan seluruh pihak yang berkonflik merupakan syarat utama dalam misi perdamaian.

Tanpa persetujuan tersebut, pasukan perdamaian berpotensi terseret dalam pusaran konflik bersenjata.

“Selama ini, BoP yang menjadi pengendali ISF tidak menempatkan perwakilan Palestina di dalamnya, sementara Israel justru telah masuk. Bahkan, seorang pemimpin senior Hamas baru-baru ini menyatakan tidak setuju atas kehadiran ISF BoP di Palestina dan mengklaim telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia terkait sikap tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :
Trump Ancam Kerahkan Kekuatan Besar Jika Dialog dengan Iran Gagal
Kemenlu Pastikan Pasukan Stabilisasi di Gaza Tak Terlibat Operasi Tempur
Tolak Board of Peace, Gus Salam: Skema Itu Beresiko jadi Pola Baru Penindasan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jembatan Gantung di Jember Putus Diterjang Banjir, Warga Harus Memutar 10 Km | SAPA PAGI
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Ramalan Tarot Zodiak Minggu Ini, 16 - 22 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono: Budaya Betawi Tetap Jadi Akar Jakarta Menuju Kota Global
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Bioenergi dan Kemandirian: Menjaga Stabilitas di Tengah Transisi Energi
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hadir di Soekarno Run 2026, Shafira: Semangat Bung Karno Terus Hidup
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.