Strategi Industri Pelumas Perkuat Daya Saing Global

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Distributor pelumas, PT Motul Indonesia Energy (MIE) berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi dan strategi guna memperkuat daya saing perusahaan di tingkat global.
 
"Motul Indonesia fokus 100 persen pada sepeda motor di tengah persaingan pelumas global," ucap Managing Director Motul Indonesia Energy Welmart Purba dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.
 
Diketahui, pasar pelumas kendaraan roda dua di Indonesia kembali memanas seiring dengan langkah strategis brand asal Prancis, IPONE, dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. IPONE mengincar segmen motor premium hingga komunitas harian yang terus bertumbuh.
 
Dalam gelaran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran memperkuat Katana Scoot 5W-40, Katana 15W-50, R4000 15W-50, dan R2000. Langkah ini dinilai sebagai upaya agresif perusahaan dalam merespons dinamika teknologi mesin motor modern di Tanah Air.
 
Salah satu sorotan utama adalah peluncuran Katana Scoot 5W-40. Produk ini diklaim sebagai pelumas skuter pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Ester dengan basis 100 persen Synthetic PAO.
 
"Strategi ini menyasar pemilik skuter matik premium yang membutuhkan efisiensi sekaligus perlindungan mesin maksimal di tengah mobilitas perkotaan yang padat," papar dia.
  Baca juga: Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia Masih Bergairah

(Booth IPONE di IIMS 2026. Foto: dok Motul Indonesia)
  Pasar otomotif Indonesia masih bergairah  
Adapun, anggapan pasar otomotif Indonesia yang tengah mengalami kelesuan imbas turunnya daya beli masyarakat, terbantahkan lewat gelaran IIMS 2026.
 
Motul Indonesia mengombinasikan standar produk global (API SQ) dan strategi pemasaran berbasis komunitas. Perusahaan tidak hanya mengincar volume penjualan jangka pendek, tetapi juga memperkokoh loyalitas pelanggan (customer loyalty) dalam ekosistem otomotif masa depan.
 
"Tekanan pada industri saat ini bukan hanya soal performa mekanis, melainkan bagaimana pelumas mampu mendukung aspek ekonomi kendaraan, seperti efisiensi bahan bakar dan perlindungan jangka panjang komponen," jelas Welmart.
 
Menurut dia, salah satu indikator keberhasilan pemasaran Motul di IIMS 2026 adalah fenomena 'Laris Manis' pada lini merchandise eksklusif. Dengan merilis apparel edisi terbatas dan hasil kolaborasi, Motul melakukan diversifikasi pendapatan sekaligus memperluas brand visibility di luar produk oli.
 
Konsumen yang mengenakan apparel Motul secara tidak langsung memperkuat brand awareness secara organik di ruang publik Keikutsertaan Motul dinilai bukan sekadar peluncuran produk, melainkan pendekatan interaktif untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen.
 
"Evolusi teknologi mesin menuntut pelumas yang berevolusi, dan Motul hadir sebagai mitra strategis bagi pemilik kendaraan," tegas Welmart.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bitcoin Rontok 50%, Sinyal Crypto Winter Muncul Lagi?
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kirab Barongsai 5 Ekor Naga di Madiun hingga Kelap-Kelip Lampiuon di Pontianak Jelang Imlek
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Satpol PP Jakarta akan Tingkatkan Operasi Pengawasan Miras Selama Ramadhan
• 49 menit lalurepublika.co.id
thumb
Gara-Gara Kartu Merah Pemain Juventus Kalulu, Fans Minta Bek Inter Bastoni Dicoret dari Skuad Italia dan Aturan VAR Piala Dunia Diubah
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Rupiah menguat seiring data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.