Bisnis.com, JAKARTA — Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan lebih dari 15% hingga hari ini Senin (16/2/2026).
Berdasarkan data Logam Mulia Senin (16/2/2026), harga buyback emas Antam turun Rp13.000 ke Rp2.728.000. Posisi itu menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000.
Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 15,59% untuk periode berjalan 2026.
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Baca Juga
- Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Senin, 16 Februari 2026 & Besaran Pajaknya
- Para Pembeli Emas Antam yang Masih Gigit Jari Jelang Imlek 2026
- Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Februari Rp2,568 Juta per Gram, Buyback Rp2,61 Juta
Adapun, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan mahar logam mulia di pasar global.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, pada perdagangan spot hingga Jumat (13/2/2026), harga emas naik 2,2% ke US$5.031,52 per troy ounce. Perak melonjak 2,5% ke US$77,16 per troy ounce, sementara platinum dan paladium juga meningkat.
Secara historis, emas sempat mencetak rekor di atas US$5.595 per ounce pada akhir Januari 2026, didorong gelombang aksi beli spekulatif. Namun, reli berbalik arah di akhir bulan, menyeret harga kembali di bawah US$5.000 per ounce.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan meski pergerakannya fluktuatif, emas tetap berpeluang bergerak positif ke depan.
“Harga emas pekan depan diperkirakan berkisar di rentang US$4.900 hingga US$5.100 per troy ounce pekan depan,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya harga emas di pasar spot ditutup pada perdagangan akhir pekan lalu dengan rebound cukup kuat setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memicu meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed.
Walaupun data ekonomi AS terutama tenaga kerja yang masih kuat, tetapi The Fed dinilai akan merespons inflasi dalam menentukan kebijakan suku bunga.





