Jakarta: Teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua mesti direspons dengan serius. Sebab, hal tersebut menghambat pembangunan Papua.
Rentetan teror dilakukan KKB di Papua. Teranyar, yakni penembakan pesawat perintis Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
“Teror ini bukan hanya keamanan yang terganggu, tetapi seluruh ekosistem pembangunan Papua," kata Direktur Nusantara Parameter Index (NPI), Murmahudi, dalam keterangan yang dikutip Senin, 16 Februari 2026.
Serangan itu menewaskan pilot dan kopilot, serta aksi penembakan terhadap personel TNI di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Murmahudi menekankan, bandara perintis di Papua merupakan objek vital nasional.
Baca Juga :Satgas Damai Cartenz Sebut Penyerangan Pesawat Smart Air dilakukan 20 Orang KKB
“Tanpa penerbangan perintis, harga kebutuhan melonjak, layanan medis terhenti, guru dan tenaga kesehatan sulit masuk. KKB dengan sadar menciptakan isolasi dan ketertinggalan, lalu rakyat sipil yang menanggung akibatnya,” ujar Nurmahudi.
NPI juga menyoroti fakta penembakan pesawat, penumpang lokal dibiarkan selamat, sementara awak pesawat dieksekusi. Menurut Murmahudi, pola ini menunjukkan teror terencana untuk menyingkirkan layanan publik dan menakuti operator sipil agar angkat kaki dari Papua.
"Selain itu, penyerangan terhadap aparat TNI di Tembagapura yang menewaskan satu prajurit dan melukai dua lainnya dinilai sebagai bagian dari eskalasi kekerasan bersenjata untuk melemahkan stabilitas keamanan," tegas Nurmahudi.
Penembakan pesawat Smart Air. Foto: Antara
Menurutnya, pembangunan tidak mungkin berjalan di bawah bayang-bayang senjata. Sehingga, perlunya sikap tegas dari pemerintah untuk memperkuat pengamanan objek vital, bandara perintis, dan jalur logistik, serta meningkatkan operasi intelijen dan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata.
“Negara tidak boleh kalah oleh teror. Teror KKB adalah penghambat nyata pembangunan Papua, dan menindaknya adalah bagian dari melindungi hak hidup dan masa depan rakyat Papua,” kata Murmahudi.




