Perekonomian Thailand mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal IV tahun 2025. Capaian ini didukung oleh pemulihan signifikan pada sektor konsumsi, investasi, serta belanja pemerintah.
Berdasarkan laporan Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC), Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand dalam tiga bulan hingga Desember 2025 tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2024.
"Angka ini melampaui estimasi median dalam survei Bloomberg News sebesar 1,3 persen dan jauh di atas pencapaian kuartal ketiga yang hanya sebesar 1,2 persen," tulis laporan Bloomberg, Senin (16/2).
Secara kuartalan, ekonomi Thailand berekspansi sebesar 1,9 persen. Lonjakan ini merupakan yang terbesar dalam empat tahun terakhir sekaligus mematahkan prediksi para analis yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan hanya di angka 0,6 persen.
Merespons data positif tersebut, mata uang Baht Thailand menguat 0,17 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Senin pagi.
Proyeksi Ekonomi 2026
Dengan pertumbuhan PDB setahun penuh yang berada di level 2,4 persen, NESDC memutuskan untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026.
Target pertumbuhan kini dipatok pada kisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen, naik dari perkiraan sebelumnya yang berada di rentang 1,2 persen hingga 2,2 persen.
Data PDB terbaru ini menjadi angin segar bagi Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Partainya baru saja meraih hasil pemilu yang melampaui ekspektasi dan berhasil meresmikan koalisi pemerintahan pada pekan lalu.
Anutin telah berjanji untuk memprioritaskan pemulihan ekonomi dan mengatasi tekanan biaya hidup melalui berbagai langkah dukungan bagi rumah tangga dan lapangan kerja.
Sektor investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 8,1 persen pada kuartal keempat, meningkat tajam dari posisi 1,4 persen pada tiga bulan sebelumnya. Konsumsi rumah tangga juga berekspansi sebesar 3,3 persen.
Sementara itu, konsumsi pemerintah berhasil pulih dari kontraksi di kuartal ketiga dan tumbuh 1,3 persen pada periode Oktober hingga Desember.
Meskipun menunjukkan tren positif, Thailand masih menghadapi tantangan besar setelah dua dekade ketidakstabilan politik. Kondisi tersebut sempat membuat Thailand tertinggal di kawasan dengan masalah pertumbuhan yang stagnan, utang yang membengkak, ketimpangan sosial, serta penyusutan tenaga kerja.
Saat ini, laju pertumbuhan tahunan Thailand yang berada di kisaran 2 persen masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, bahkan hampir seperempat dari laju pertumbuhan Vietnam.





