Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Senin (16/2) pukul 08.04 WIB.
“Estimasi jarak luncur 1.000 meter (1 km) dengan amplitudo maksimum 6,53 mm, durasi 131 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak),” demikian laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Dalam laporan aktivitas BPPTKG, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami sejumlah guguran lava antara pukul 00.00-06.00 WIB sebagai berikut:
Teramati 13 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Teramati 3 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Teramati 2 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.
Sampai saat ini, status Gunung Merapi tidak berubah, yaitu Level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.




