Dari Usia 7 Tahun Menuju Juara Dunia, Livia Iriana Perkuat Fondasi Finswimming Indonesia

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Perkembangan finswimming di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya terlihat dari perolehan medali, tetapi juga dari semakin luasnya pembinaan di tingkat usia dini. 

Cabang olahraga renang dengan sirip yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) ini mulai memperkuat fondasi regenerasi atlet sejak anak-anak.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan prestasi, sekaligus menghindari pembinaan instan yang berorientasi jangka pendek.

Pelatih Nasional Finswimming Indonesia Livia Iriana menilai pembinaan usia dini tidak bisa sekadar mengejar hasil lomba. Ia menegaskan teknik dasar dan pembentukan karakter harus menjadi prioritas utama.

Menurut Livia, kesalahan teknik pada fase awal akan berdampak panjang terhadap performa atlet saat memasuki level kompetisi tinggi. Karena itu, ia menitikberatkan latihan pada kualitas gerakan, koordinasi tubuh, efisiensi, serta penguatan otot inti dan kaki, sebelum berbicara soal kecepatan.

"Pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai kejuaraan kelompok usia, termasuk Sumedang Finswimming Competition yang digelar pada 14 Februari 2026. Pada kategori usia 7–11 tahun, penyelenggara memberikan medali di sejumlah nomor sebagai bentuk apresiasi dan motivasi," kata Livia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 15 Februari 2026.

Namun bagi Livia, kompetisi pada fase ini seharusnya menjadi sarana pembelajaran, bukan tekanan prestasi.

Dalam menangani atlet usia 7–11 tahun, ia menerapkan konsep latihan berbasis kesenangan atau fun-based training agar anak tetap menikmati proses. 

"Beban latihan disesuaikan dengan tahap pertumbuhan melalui pendekatan progressive development, sehingga tidak membebani fisik secara berlebihan. Aspek keselamatan di air juga menjadi perhatian, termasuk edukasi penggunaan monofin dan bifin secara aman," ujar Livia.

Pendekatan ini selaras dengan prinsip pembinaan berjenjang yang diterapkan oleh Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS), federasi olahraga bawah air dunia.

Bersama suaminya, mantan atlet finswimming nasional Petrol Apostle Kambey, Livia membangun Klub Liv Finswimming sebagai ruang pembinaan jangka panjang. 

Pada kejuaraan di Sumedang, klub tersebut meraih tiga medali emas, dua perak, dan enam perunggu. Sejumlah medali diraih atlet usia dini, termasuk satu atlet yang dinobatkan sebagai peselam terbaik kategori delapan tahun.

Meski demikian, Livia menilai capaian medali bukan sasaran utama. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan, disiplin, serta peran pelatih dan orang tua dalam mendampingi anak.

Sebagai anggota Komisi Pelatihan PB POSSI, Lvia memegang prinsip bahwa proses pembinaan merupakan investasi jangka panjang. 

Ia berharap semakin banyak sekolah dan klub membuka program finswimming anak, pelatih daerah memperoleh sertifikasi dan peningkatan kompetensi, serta fasilitas latihan semakin merata.

"Pembinaan usia dini bukan hanya tentang mencetak juara, tetapi membangun generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap olahraga air. Tanpa fondasi yang kuat, prestasi di level elite akan sulit dipertahankan," tutur Livia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Tegaskan Personel Indonesia di ISF Gaza Tanpa Operasi Tempur
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
AKBP Didik Putra Kuncoro Tersangka Narkoba, Peran Aipda Dianita Agustina Ketahuan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Bintang Muda Futsal Indonesia Dibidik Klub Spanyol! Israr Megantara Siap Go Abroad
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan BYD ATTO 3 Advanced Plus jadi Pilihan Pas SUV Listrik Saat Ini
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Resep Jaga Defisit APBN di Bawah 3% dari IMF Dukung Ekspansi Fiskal
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.