Faktor Risiko Kelainan Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai Sejak Kehamilan

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kelainan jantung bawaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak yang cukup sering ditemukan. Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Pediatrik Dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA, menjelaskan bahwa dari setiap 1.000 kelahiran, sekitar 8–10 bayi mengalami kelainan jantung bawaan dengan berbagai bentuk dan tingkat keparahan.

Kelainan tersebut dapat berupa sekat jantung yang berlubang hingga posisi pembuluh darah yang tertukar. Kondisi ini membuat aliran darah tidak berjalan normal. Ibarat dinding yang berlubang, darah yang seharusnya terpisah dapat bercampur.

“Jadi ibaratnya kabel. Kabel USB kalau ketuker nggak jalan. Kalau dinding tembok ada lubangnya, nanti orang tamu bisa keluar masuk. Nah, sama di jantung kalau ada lubangnya, darahnya tercampur, jadi nggak bagus,” ucapnya dalam acara skrining PJB gratis nasional bersama PERKI dan GE HealthCare di Jakarta Timur, Kamis (12/2).

Faktor Risiko Kelainan Jantung Bawaan

Menurut dr. Asmoko, penyebab kelainan jantung bawaan bersifat multifaktor. Salah satu faktor yang diketahui meningkatkan risiko adalah kehamilan pada usia ibu di atas 35 tahun, karena kualitas sel telur cenderung menurun.

Selain itu, riwayat kelainan jantung bawaan pada orang tua juga berperan, dengan kemungkinan sekitar 5–10% kondisi serupa terjadi pada anak. Ada pula faktor lain, yakni:

1. Usia ibu hamil >35 tahun

Kualitas sel telur menurun seiring usia, sehingga meningkatkan risiko gangguan pembentukan organ janin, termasuk jantung.

2. Riwayat kelainan jantung bawaan pada orang tua

Faktor genetik berperan, dengan kemungkinan sekitar 5–10% kelainan serupa terjadi pada anak.

3. Penyakit ibu (diabetes, hipertensi)

Kondisi medis yang tidak terkontrol dapat mengganggu proses pembentukan jantung janin selama kehamilan.

4. Infeksi selama kehamilan (misalnya rubella, toxoplasma)

Infeksi tertentu dapat memengaruhi perkembangan organ janin, termasuk struktur jantung.

5. Paparan rokok dan alkohol

Zat beracun dari asap rokok dan alkohol dapat menghambat perkembangan organ janin dan meningkatkan risiko kelainan bawaan.

6. Obat-obatan tanpa pengawasan

Beberapa obat memiliki efek terhadap pembentukan organ, sehingga konsumsi harus selalu dalam pengawasan dokter.

Upaya Pencegahan Kondisi Jantung Bawaan Sejak Kehamilan

-Rutin kontrol kehamilan

Pemeriksaan berkala membantu memantau perkembangan janin dan mendeteksi risiko lebih awal.

-Kendalikan penyakit ibu

Diabetes, hipertensi, dan penyakit lain perlu diobati dan dikontrol agar tidak mengganggu pembentukan organ janin.

-Gunakan obat sesuai anjuran dokter

Sebagian besar obat dari dokter aman, namun tetap perlu pengawasan untuk meminimalkan risiko.

-Hindari radiasi terutama trimester pertama

Paparan rontgen atau radiasi dapat memengaruhi pembentukan organ pada awal kehamilan bila tidak diperlukan secara medis.

-Jauhi asap rokok

Paparan rokok aktif maupun pasif merupakan faktor risiko penting yang sering diremehkan.

-Lakukan skrining dan deteksi dini

Pemeriksaan jantung janin memungkinkan kelainan dikenali lebih awal sehingga terapi dapat segera direncanakan.

“Dan itu Terakhir save the heart, save the future. Segera kenali. Karena dengan tata laksana lebih awal, besar kemungkinan dia nanti tumbuh kembangnya seperti anak normal,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Bus Transjakarta Ngebul di Halte Pancoran Buat Penumpang Panik Berhamburan, Ternyata Ini Penyebabnya
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Mi Nyemek Warmindo Resmi Naik Kelas Nasional
• 1 jam laluherstory.co.id
thumb
58 Persen Dana Desa 2026 Wajib Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Arne Slot: Dominik Szoboszlai Kini Sejajar dengan Pemain Elite Dunia
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Momen Kapolri Ikuti Donor Darah saat Hadiri HUT Buruh KSPSI di Tangerang
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.