Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i baru-baru ini melakukan peninjauan langsung terhadap progress pembangunan Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kesempatan tersebut, ia juga memimpin salat subuh berjamaah di masjid yang sedang dalam tahap penyelesaian tersebut.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan masjid sebagai tempat ibadah yang akan digunakan selama bulan suci Ramadan 1447 H, atau Maret 2026.
Wamenag menyatakan rasa syukurnya atas progres yang telah dicapai dan menekankan pentingnya memastikan semua persiapan terkait pelaksanaan salat tarawih pada awal bulan Ramadan berjalan sesuai rencana.
"Kami bersyukur hari ini dapat bekerja dan melakukan peninjauan ini. Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan masjid, khususnya menjelang rencana pelaksanaan salat tarawih pada awal Ramadan di kawasan IKN," ujar Wamenag, Romo Muhammad Syafi’i usai melakukan peninjauan sembari menjadi imam salat subuh di masjid tersebut, Jumat (13/2).
Ia mengungkapkan rencana Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk melaksanakan salat tarawih dan memberikan tausiyah pada tanggal 2 Ramadan 1447 H di Masjid IKN. Persiapan ini direncanakan akan selesai tepat waktu agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.
“Bapak Menteri secara khusus meminta saya memastikan bahwa pada 2 Ramadan beliau sudah dapat melaksanakan salat tarawih dan menyampaikan tausiyah di masjid ini. Setelah peninjauan, Insya Allah target tersebut dapat tercapai,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wamenag juga meninjau progres pemasangan karpet dan penataan ruang-ruang yang diperlukan untuk kegiatan ibadah. Meskipun beberapa pekerjaan teknis masih berlangsung, dia menegaskan bahwa progres yang ada sudah memenuhi harapan dan target yang ditetapkan sebelumnya.
Kapasitas dan Fasilitas Masjid IKNMasjid IKN dirancang untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dapat menampung sekitar 29.000 jemaah pada tahap awal. Pada tahap selanjutnya, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi sekitar 60.000 jemaah, sehingga dapat menampung lebih banyak umat Muslim di wilayah tersebut.
Di kawasan masjid juga terdapat berbagai bangunan pendukung, termasuk area salat, plaza, dan fasilitas komersial. Plaza Ramadan yang akan hadir di area ini diharapkan dapat menampung sekitar 100 tenant, dengan 20 di antaranya berada langsung di area masjid. Fasilitas-fasilitas ini akan mendukung berbagai aktivitas selama bulan puasa dan meningkatkan interaksi sosial di komunitas.
Fasilitas pendukung lainnya mencakup ruang VIP, ruang pertemuan, serta ruang edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman keagamaan jemaah. Tersedianya akses yang ramah disabilitas, seperti lift dan ramp, terlihat menjadi prioritas dalam desain masjid ini.
Desain Arsitektur yang MenginspirasiDesain arsitektur Masjid IKN mengusung tema yang unik dengan konsep sorban tergulung. Desain ini tidak hanya berfungsi estetis tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam, menciptakan simbolisasi yang kuat bagi umat Islam. Arsitektur masjid diharapkan menjadi identitas keislaman yang kuat di kawasan IKN.
Sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan, masjid memiliki ruang edukasi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pengajian dan belajar agama. Fasilitas untuk mendukung aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat juga menjadi salah satu fokus utama, memastikan bahwa masjid ini dapat diakses oleh semua, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Konsep desain yang berputar searah jarum tawaf menciptakan suasana yang harmonis dan penuh makna bagi para jemaah. Setiap elemen yang ada dirancang untuk memperkaya pengalaman spiritual saat beribadah di dalam masjid.
Rangkaian Kegiatan Selama RamadanTidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid IKN akan menjadi pusat kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan. Berbagai program telah disiapkan untuk meramaikan suasana puasa, termasuk bazar Ramadan dan kegiatan berbagi takjil berbuka puasa. Hal ini diharapkan dapat memperkuat komunitas dan semangat kebersamaan di antara warga IKN.
Kegiatan keagamaan lainnya seperti kajian subuh dan kultum tarawih juga akan dilaksanakan, memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendalami agama lebih lanjut. Program-program ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk kajian khusus untuk generasi muda dan perempuan.
Pelayanan ibadah tidak hanya akan berfokus pada Masjid IKN saja, tetapi juga akan dijangkau di 12 masjid dan 37 musala lainnya di sekitarnya. Ini menunjukkan komitmen Otorita IKN untuk memastikan bahwa kebutuhan ibadah seluruh umat Muslim di kawasan tersebut dapat terpenuhi secara optimal.



