BPBD DKI Jakarta mengungkap penyebab robohnya tembok rumah setinggi 5,3 meter di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, yang menimpa SMPN 182 pada Minggu (15/2).
Tembok itu roboh ke arah sekolah sehingga menghancurkan sebagian tembok sekolah dan taman.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.22 WIB itu diduga dipicu oleh struktur tanah yang labil karena merupakan tanah urukan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, tembok tersebut roboh secara tiba-tiba ke arah area sekolah.
“Tiba-tiba roboh ke arah sekolah karena struktur tanah yang labil atau tanah urukan,” kata Isnawa dalam keterangannya.
Akibat kejadian itu, saluran air di sekitar lokasi sempat tersumbat dan area parkir sekolah terdampak reruntuhan material. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Reruntuhan tembok telah ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan bersama unsur terkait.
BPBD DKI Jakarta masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat insiden tersebut.
Polisi Selidiki
Polsek Pancoran menyelidiki dugaan adanya unsur kelalaian terkait insiden ini.
Detik-detik insiden tersebut terekam kamera pengawas CCTV dan beredar luas di media sosial.
"Betul, sementara masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur saat dikonfirmasi, Minggu (15/2).
Mansur mengatakan pihaknya masih menyelidiki guna memastikan penyebab dan kronologi robohnya tembok sekolah tersebut.
"Diketahui memang awalnya pagar tersebut sudah miring," katanya.
Mansur mengungkapkan tembok yang diketahui dalam keadaan miring sudah diberikan surat pemberitahuan dari lingkungan sekitar, namun belum ada tindakan lebih lanjut hingga akhirnya roboh.
"Sudah diberikan surat pemberitahuan dari lingkungan," ungkap Mansur.
Beruntung, tidak ada warga maupun aktivitas di sekolah pada saat insiden terjadi. Mansur memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Sudah dimonitor saat kejadian, namun tidak ada korban jiwa," pungkasnya.





