Rekor Buruk! Jakarta Timur Jadi Penyumbang Sampah Makanan Terbanyak, Tembus 432 Ton

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memperingatkan bahwa TPA Indonesia akan penuh paling lambat tahun 2028, menandakan darurat pengelolaan sampah nasional.
  • Sampah sisa makanan mendominasi timbulan sampah nasional 2025, mencapai 39,73%, dengan Jakarta Timur tertinggi secara volume total.
  • Kota Banjarmasin mencatat timbulan sampah makanan per kapita tertinggi, 311 kg/kapita/tahun, dipicu kebiasaan konsumsi tidak berkelanjutan.

Suara.com - Persoalan sampah di Indonesia kian mengkhawatirkan. Presiden Prabowo Subianto memperingatkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan tidak lagi mampu menampung timbulan sampah paling lambat 2028.

Berdasarkan analisis NEXT Indonesia Center terhadap data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), total timbulan sampah nasional pada 2025 tercatat mencapai 20,4 juta ton. Dari jumlah tersebut, sampah sisa makanan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 39,73 persen.

Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, menyebut kondisi tersebut menjadi peringatan serius terhadap pola konsumsi masyarakat.

“Ini alarm bagi kita semua bahwa pola konsumsi saat ini tidak lagi berkelanjutan. Masalah sampah bukan lagi sebatas urusan kebersihan, tetapi sudah menyentuh kesehatan publik, kerusakan lingkungan, krisis iklim, dan beban fiskal pemerintah daerah,” ungkap Sandy Pramuji di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Secara volume total, Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan timbulan sampah makanan tertinggi, yakni 432.155 ton. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Barat sebesar 402.933 ton dan Jakarta Selatan 365.040 ton.

Di luar DKI Jakarta, Kabupaten Cianjur mencatat timbulan sampah makanan 244.299 ton, disusul Kota Banjarmasin 228.152 ton, serta Kota Surabaya 227.894 ton.

Namun jika dilihat dari angka per kapita, Kota Banjarmasin mencatat angka tertinggi nasional untuk sampah makanan, yakni 311 kilogram per kapita per tahun.

"Angka di Banjarmasin menunjukkan adanya tingkat pemborosan individu yang jauh melampaui kota-kota besar di Jawa. Hal ini dipicu oleh perilaku sosial, seperti kebiasaan menyediakan makanan berlebih saat acara keluarga atau hajatan, sehingga perlu diintervensi melalui edukasi budaya konsumsi,” ujarnya.

NEXT Indonesia Center juga mencatat bahwa pelaporan data sampah melalui SIPSN hingga 2025 baru mencakup 209 kabupaten/kota dari total 514 daerah di Indonesia.

Baca Juga: Setahun Usai Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

"Data yang lengkap adalah senjata utama kita untuk merumuskan kebijakan sampah yang efektif bagi masa depan. Tanpa program yang konsisten dan terukur, ancaman TPA penuh pada 2028 akan sulit dihindari,” tutup Sandy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alokasi Kuota FLPP BTN 2026 Capai 172 Ribu Unit
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dubai Tennis Championship: Sikat Petenis Ukraina, Janice Tjen Melaju ke Ronde 2
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kesibukan mekanik servis kereta yang bertugas selama arus mudik Imlek
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kronologi Munculnya Lubang Raksasa di Aceh, Berawal dari Retakan Kecil
• 22 jam lalugrid.id
thumb
DPR Desak Hukuman untuk Eks Kapolres Bima: Harus Lebih Berat Dibanding Pelaku Pidana Biasa
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.