Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menjelaskan soal realisasi penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga Desember 2025 yang mencapai Rp4,28 triliun.
Berdasarkan keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Senin (16/2/2026), manajemen BUKA tetap berkomitmen untuk merealisasikan penggunaan dana IPO sesuai dengan rencana dan jangka waktu yang telah disampaikan kepada publik.
Hingga 31 Desember 2025, BUKA melakukan realisasi dana IPO dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dan selektif, khususnya dalam penggunaan dana untuk modal kerja.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari disiplin pengelolaan modal dan likuiditas Perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi usaha, prioritas pengembangan, serta dinamika ekonomi dan industri yang relevan.
Pada 2025, praktik pengelolaan keuangan yang berfokus pada keberlanjutan usaha dan arus kas yang sehat menjadi perhatian utama bagi banyak pelaku usaha, baik di tingkat nasional maupun global.
Adapun, berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 31 Desember 2025, BUKA telah merealisasikan dana sebesar Rp17,04 triliun atau 77,81% dari total dana IPO yang diterima sebesar Rp21,9 triliun.
Baca Juga
- Punya Dana Rp280,9 Miliar, Bukalapak (BUKA) Lanjutkan Buyback
- Manuver Bukalapak (BUKA) Bangun Mesin Cuan Baru Lewat Bisnis Gim
- Target Harga Terbaru Saham Bukalapak (BUKA) yang Bergeliat di Bisnis Gaming
Sementara itu, sisa dana sebesar Rp4,28 triliun atau 19,56% masih ditempatkan dalam bentuk deposito, giro, dan obligasi. Instrumen tersebut dipilih karena memiliki tingkat risiko yang rendah, likuiditas yang memadai, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga nilai dana dan memastikan ketersediaan dana secara optimal agar dapat direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO yang telah ditetapkan.
Bukalapak mengatakan saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap jadwal dan target penyelesaian realisasi sisa dana IPO untuk modal kerja.
Sebagai bentuk akuntabilitas dan keterbukaan informasi, Perseroan akan menyampaikan pertanggungjawaban atas rencana dan realisasi penggunaan dana IPO serta penyesuaian jadwal dan target penyelesaian realisasi sisa dana IPO kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham terdekat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Merujuk laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO yang dikutip Minggu (18/1/2026), BUKA menggunakan dana IPO ini untuk berbagai macam penggunaan. Pertama, modal kerja BUKA senilai Rp7,61 triliun. Kedua, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia senilai Rp1,22 triliun. Ketiga, modal kerja PT Buka Usaha Indonesia Rp16,96 miliar.
Keempat, modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia Rp35,61 miliar. Kelima, modal kerja Bukalapak Pte. Ltd. Rp1,05 miliar. Keenam, modal kerja PT Five Jack Rp26,2 miliar.
Terakhir adalah untuk pertumbuhan dan atas pengembangan usaha perseroan dan entitas anak dan modal kerja entitas anak selain yang sudah disebutkan sebesar Rp8,09 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




