Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia atau AISI telah merilis data penjualan motor domestik selama periode Januari 2026 yang mencatatkan angka 577.763 unit. Hasil ini menguat 3,1 persen dibanding bulan serupa 2025 yang hasilkan 560.301 unit.
Juga lebih tinggi 25 persen dibanding perolehan selama Desember tahun lalu yang tuai angka 461.925 unit. Selain penyerapan pasar dalam negeri, performa positif juga dirasakan dari sektor ekspor yang melonjak 29,4 persen.
Sebelumnya, ekspor CBU (Completely Built Up) bulan pertama 2025 jumlahnya 40.878 unit dan menjadi 52.924 unit pada Januari kemarin. Juga lebih banyak 21,5 persen dibanding Desember tahun lalu yang mampu mengkapalkan 41.541 unit.
Catatan serupa juga untuk ekspor komponen pada bulan lalu yang menyalurkan 12.475.225 unit alias tumbuh 39,8 persen jika disandingkan Januari 2025 yang dapat 8.922.483 unit. Namun lebih sedikit 4,76 persen dibanding Desember lalu (13.098.888 unit).
Figur agak berbeda justru terjadi pada ekspor CKD atau Completely Knocked Down yang Januari tahun ini merangkum 673.703 unit atau turun tipis 0,15 persen dibanding periode yang sama pada 2025 dengan raihan 674.701 unit.
Penjualan motor nasional 2025 6,4 juta unit, naik 1,3 persen dibanding 2024Pasar roda dua domestik sepanjang 2025 ditutup pada angka 6.412.769 unit. Capaian tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024, sekaligus berada dalam rentang proyeksi yang sebelumnya ditetapkan asosiasi.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menjelaskan kinerja pasar sepeda motor nasional relatif stabil di tengah tekanan daya beli yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Menurutnya, sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan mobilitas harian.
“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan leisure dan gaya hidup masyarakat,” ujar Sigit dalam keterangan resmi AISI.
Ia menambahkan, pada awal 2025 AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi penjualan yang tercapai dinilai masih sejalan dengan proyeksi tersebut, meski pertumbuhannya tidak terlalu besar.
Dari sisi komposisi pasar, segmen skutik masih menjadi tulang punggung penjualan sepeda motor nasional. Berdasarkan data AISI, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025. Sisanya berasal dari motor underbone sebesar 4,46 persen, motor sport 3,51 persen, sementara kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.




