Mengunjungi Vihara Dharma Bhakti, Mulai Dipadati Umat Jelang Imlek

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Vihara Dharma Bhakti di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, kembali dipadati umat.

Sejak Senin (16/2/2026) pagi, suasana vihara tertua di Jakarta itu sudah tampak ramai.

Pantauan Kompas.com di lokasi, dari pelataran depan, warga datang silih berganti, sebagian membawa dupa, sebagian lain menenteng lilin merah berukuran besar yang menjadi simbol doa dan harapan.

Memasuki area vihara, aroma harum dupa langsung menyambut. Asap tipis mengepul pelan, membaur dengan cahaya matahari yang menembus sela-sela atap.

Di halaman, empat altar berdiri berdampingan. Di depannya, hiolo berwarna emas tersusun rapi sebagai tempat membakar dupa.

Tak jauh dari situ, lilin-lilin merah dan tungku pembakaran melengkapi suasana sakral yang terasa khidmat.

Sejumlah umat tampak khusyuk berdoa di depan altar halaman sebelum melangkah ke bagian dalam vihara. Usai bersembahyang di bawah, mereka menaiki tangga menuju lantai dua, tempat ruang altar utama berada.

Di lantai atas, ruang sembahyang didominasi warna merah dan emas. Sebuah meja setinggi sekitar satu meter mengelilingi ruangan, di atasnya tersusun patung patung dewa secara rapi.

Pada sisi meja tertera nomor berurutan mulai dari 19 hingga 29. Nomor nomor itu menjadi penanda urutan altar, memudahkan umat yang ingin bersembahyang secara bergiliran.

Satu per satu, umat menghampiri patung dewa yang mereka tuju. Ada yang berdoa di setiap altar, ada pula yang hanya mendatangi altar tertentu sesuai keyakinan masing masing.

Di ujung ruangan, tiga patung berukuran paling besar berwarna emas berdiri mencolok. Patung di bagian tengah merupakan Dewi Kwan Im, yang dikenal sebagai simbol welas asih.

Baca juga: Libur Imlek, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 16–17 Februari 2026

Widya (40), salah seorang warga yang datang beribadah, mengatakan suasana siang itu belum mencapai puncak keramaian.

“Belum, ini sih belum begitu rame ya. Menjelang sore, menjelang malam,” ujarnya.

Menurut Widya, nomor nomor yang terpasang di meja altar hanya berfungsi sebagai penanda urutan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ada yang khusus, ada yang setiap nomor dia datangi,” tambahnya.

Menjelang Imlek, vihara ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang perjumpaan antara tradisi, doa, dan harapan. Di tengah kepulan asap dupa dan gemerlap lilin merah, setiap langkah umat membawa harapan akan tahun yang lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pantangan Potong Rambut Saat Imlek, Kenapa Tidak Boleh?
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel 16 Februari 2026: Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan, Angin Kencang di Wilayah Selatan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Ratusan pelajar ikuti "Kreativa English Competition 2026"
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Faktor Risiko Kelainan Jantung Bawaan yang Perlu Diwaspadai Sejak Kehamilan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
DNA Origami Berpotensi Jadi Kunci Vaksin HIV
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.