Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong inovasi ekonomi kreatif dengan pendekatan hexahelix.
Menurut dia, dalam setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki keunikan tersendiri, serta perlunya kolaborasi yang tepat.
“Kolaborasi dengan event nasional maupun internasional memperkuat kapasitas dan jaringan kreatif. Pelaku kreatif dapat memanfaatkan promosi serta pelatihan untuk mengembangkan kemampuan,” ujar Menekraf Riefky dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin.
Hal ini disampaikan Menekraf Riefky menanggapi para pegiat menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari perlunya fasilitasi UMKM, wadah kolaborasi lintas subsektor hingga penguatan promosi dan pelatihan dalam diskusi kegiatan Bincang Ekraf di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Minggu (15/2).
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dukung kolaborasi promosi produk lokal
Menteri Ekraf Riefky menegaskan, pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan subsektor kreatif dan memfasilitasi kolaborasi antarkomunitas, agar produk kreatif daerah dapat naik kelas dan menjangkau pasar nasional maupun internasional, sehingga berkembang lebih kolaboratif dan efektif.
Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung melakukan visitasi ke PT Sari Alami untuk melihat langsung proses produksi dan pengolahan kopi, mulai dari roasting hingga pengemasan. Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha kreatif lokal.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pegiat ekraf dalam Bincang Ekraf Lampung dan visitasi ke PT Sari Alami menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung segala bentuk kolaborasi dengan pemerintah pusat, terutama untuk memperkuat kapasitas UMKM dan subsektor ekonomi kreatif yang sudah menembus pasar nasional maupun internasional.
“Kami ingin pelaku kreatif berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama, sehingga ekonomi kreatif Lampung semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Rahmat.
Baca juga: RI dan Thailand sepakat perbarui kemitraan di bidang ekonomi kreatif
Baca juga: Kemenekraf jajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik
Baca juga: Menekraf tegaskan potensi strategis ekraf dalam ekonomi baru
Menurut dia, dalam setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki keunikan tersendiri, serta perlunya kolaborasi yang tepat.
“Kolaborasi dengan event nasional maupun internasional memperkuat kapasitas dan jaringan kreatif. Pelaku kreatif dapat memanfaatkan promosi serta pelatihan untuk mengembangkan kemampuan,” ujar Menekraf Riefky dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin.
Hal ini disampaikan Menekraf Riefky menanggapi para pegiat menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari perlunya fasilitasi UMKM, wadah kolaborasi lintas subsektor hingga penguatan promosi dan pelatihan dalam diskusi kegiatan Bincang Ekraf di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Minggu (15/2).
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dukung kolaborasi promosi produk lokal
Menteri Ekraf Riefky menegaskan, pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan subsektor kreatif dan memfasilitasi kolaborasi antarkomunitas, agar produk kreatif daerah dapat naik kelas dan menjangkau pasar nasional maupun internasional, sehingga berkembang lebih kolaboratif dan efektif.
Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung melakukan visitasi ke PT Sari Alami untuk melihat langsung proses produksi dan pengolahan kopi, mulai dari roasting hingga pengemasan. Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha kreatif lokal.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pegiat ekraf dalam Bincang Ekraf Lampung dan visitasi ke PT Sari Alami menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung segala bentuk kolaborasi dengan pemerintah pusat, terutama untuk memperkuat kapasitas UMKM dan subsektor ekonomi kreatif yang sudah menembus pasar nasional maupun internasional.
“Kami ingin pelaku kreatif berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama, sehingga ekonomi kreatif Lampung semakin kuat dan berdaya saing,” ujar Rahmat.
Baca juga: RI dan Thailand sepakat perbarui kemitraan di bidang ekonomi kreatif
Baca juga: Kemenekraf jajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem musik
Baca juga: Menekraf tegaskan potensi strategis ekraf dalam ekonomi baru





