4 dari 20 Penembak Pesawat Smart Aviation di Papua Ditangkap

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Aparat gabungan dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan 4 orang terduga pelaku terkait kasus penembakan pesawat perintis Smart Aviation PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Penembakan itu terjadi pada Kamis pagi (12/2), saat pesawat hendak mendarat. Pilot dan kopilot ditembak hingga tewas saat melarikan diri.

4 orang ini ditangkap dalam kurun 2 hari terakhir, 2 di antaranya terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yakni berinisial GW dan EH. Sementara 2 lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” kata Faizal dalam keterangannya, Senin (16/2).

Ada 200 Orang KKB di Yahukimo

Faizal menuturkan, penambahan kekuatan personel terdiri dari Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo.

Faizal menambahkan, secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Sementara Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menyebut pengamanan bandara dan patroli rutin diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujarnya.

Senjata yang Digunakan Pelaku

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, pelaku diduga menggunakan 3-4 senjata api laras panjang. Sejumlah pelaku lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis serta asal senjata api tersebut masih dalam proses identifikasi.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti dan data yang telah diverifikasi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Yusuf.

Solidaritas Warga Koroway

Di tengah peristiwa tersebut, solidaritas warga Koroway menguat. Para penumpang yang selamat secara sukarela mengumpulkan dana dan menitipkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Aviation sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

“Solidaritas para penumpang menunjukkan bahwa masyarakat Koroway sangat bergantung pada pesawat. Itu satu-satunya akses masuk. Jalur darat belum ada, dan wilayahnya sangat terpencil,” ujar Yusuf.

Aparat memastikan proses penegakan hukum terus berjalan, disertai pengamanan objek vital seperti bandara dan fasilitas publik guna menjamin aktivitas masyarakat tetap berlangsung di wilayah terpencil tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah Kamu Juga Sedang Berputar di Tempat?
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Pilu! Balita Perempuan di Surabaya Diduga Disiksa Paman dan Bibi, Kondisi Mengenaskan 
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Pihak Sekolah
• 19 jam lalupantau.com
thumb
50+ Ucapan Selamat Imlek 2026 Penuh Makna Buat Dikirim ke WA-Medsos
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Super League: Sempat Terganggu Flare, Persija Kalahkan Bali United
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.