BANDUNG, KOMPAS — Sebuah truk yang mengangkut minyak goreng hilang kendali dan menimpa satu minibus di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026) malam. Tiga penumpang tewas dan tiga lainnya luka berat.
Polres Karawang telah menahan sopir truk kontainer dengan nomor polisi B 9107 UEI berinisial HW (37). Dia masih diperiksa hingga Senin (16/2/2026) ini.
Data dari pihak kepolisian menyebutkan, kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan HW melaju di jalanan yang menurun. Kondisi jalan di lokasi kejadian diketahui merupakan jalan beton yang lurus dan sempit.
Meski cuaca dilaporkan cerah dan arus lalu lintas relatif sepi, kecelakaan tersebut tidak terhindarkan hingga mengakibatkan kerusakan parah pada minibus.
Kurangnya kewaspadaan terhadap arus lalu lintas di depannya diduga menjadi penyebab pengemudi truk yang mengangkut minyak goreng ini kehilangan kendali hingga menimpa kendaraan minibus dengan nomor polisi T 1275 KN yang datang dari arah Kondangjaya.
Kecelakaan mengakibatkan pengemudi minibus bernama Idik Tasdik (46) dan dua penumpang bernama Itiar (42) dan Muhammad Ardian (7) tewas di lokasi kejadian. Sementara tiga penumpang minibus lainnya luka berat.
Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dirawat intensif, sedangkan jenazah ketiga korban tewas telah dievakuasi.
”Kami turut berdukacita dengan kecelakaan tersebut. Tiga orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka berat,” kata Kepala Seksi Humas Polres Karawang Inspektur Dua Cep Wildan, Senin siang.
Ia mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, truk kontainer memaksa masuk ke jalan Tanggul Rawagabus yang sempit dan menurun. Truk tersebut hilang kendali, kemudian terguling dan menimpa mobil yang sedang ditumpangi satu keluarga.
Adapun Polres Karawang telah mengamankan barang bukti berupa truk kontainer dan minibus yang terlibat. Saat ini, tim masih memeriksa saksi-saksi dan pengemudi truk untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
”Kami juga sudah menangkap sopir truk kontainer yang mengangkat minyak goreng. Dia bakal menjalani tes urine di Mapolres Karawang,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno berpendapat, maraknya kejadian kecelakaan truk di Jabar dipicu sejumlah faktor. Salah satunya adalah buruknya sistem angkutan logistik di Indonesia.
Ia mengatakan, pengujian kendaraan bermotor atau KIR yang wajib dilakukan setiap enam bulan sering terlupakan oleh pemilik truk. Sebab, belum ada sanksi tegas bagi pemilik kendaraan truk yang tidak melaksanakan uji KIR.
”Hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan di Indonesia yang melakukan uji KIR. Hal ini diperburuk minimnya kegiatan pengawasan di lapangan karena keterbatasan anggaran tahun ini,” ujar Djoko.
Ia berharap jangan sampai hanya sopir yang disalahkan sebagai penyebab kecelakaan. Sebab, proses hukum terhadap sopir dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.





