Sebuah pohon beringin bersejarah yang diperkirakan berumur sekitar 300 tahun tumbang akibat terpaan angin kencang di kawasan Puri Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu (15/2) sekitar pukul 16.40 WITA.
Tokoh Puri Agung Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, mengatakan pohon ini bukan sekadar tanaman peneduh, melainkan simbol masa jaya dan keberadaan Ubud yang sangat dikeramatkan oleh warga setempat.
“Menurut cerita leluhur, ya ini sudah berumur kira-kira 300 tahunan. Yang mana pohon beringin ini sejarahnya sangat panjang sekali dengan keberadaan Ubud, Puri Ubud, Desa Ubud,” katanya kepada wartawan, Senin (16/2).
Cok Ace mengaku selama ini pihak Puri dan Pemerintah Kabupaten Gianyar rutin melakukan perawatan, seperti pemangkasan secara berkala. Insiden ini murni akibat cuaca buruk.
Keluarga besar Puri Agung Ubud berencana menggelar pertemuan bersama para penglingsir atau tokoh adat dan sesepuh untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk mencari bibit baru dari pohon beringin yang tumbang untuk ditanam kembali.
“Ini kejadian alam. Angin kencang yang terjadi sepertinya puncaknya sejak kemarin. Kita tidak tahu, alam yang menentukan tapi Astungkara (syukur) kejadian ini tidak memakan korban jiwa,” sambungnya.
Pohon Setinggi 25 MeterTerpisah, Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan insiden ini bermula saat dahan sisi selatan patah dan menimpa tembok penyengker Puri Kantor serta Restoran Queens of India.
“Jenis pohon tumbang jenis beringin berdiameter kurang lebih 3 meter dan tinggi sekitar 25 meter,” katanya.
Suara gemuruh saat pohon roboh mengagetkan warga dan wisatawan di sekitar lokasi. Sejumlah orang sempat berlarian menyelamatkan diri.
Hanya berselang dua menit, dahan sisi utara menyusul tumbang dan menghantam Merajan Puri Kantor, bangunan Circle K, Restoran Arabian Knight, 2 unit mobil, dan 3 unit sepeda motor.
Selain itu, pohon tumbang ini sempat mengakibatkan listrik di sekitar lokasi padam dan jaringan internet melemah.
Pihak kepolisian terpaksa menutup dan mengalihkan arus lalu lintas agar pihak BPBD bisa melakukan pembersihan sisa-sisa pohon tumbang. Arus lalu lintas mulai dibuka sekitar pukul 18.45 WITA.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan PLN sudah menangani jaringan listrik sehingga lampu warga dilaporkan sudah menyala. Sejumlah petugas jaringan telekomunikasi sedang memperbaiki jaringan internet.
Pada Senin (16/2), sebanyak 60 persen material pohon tumbang telah diangkut. Petugas akan melanjutkan pembersihan pada pukul 08.00 WITA hari ini.
“Untuk nilai kerugian masih dalam tahap pendataan,” katanya.





