Kasus Siswa Dibunuh di Eks Kampung Gajah: Dulu Pelaku Pernah Tonjok Korban

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Siswa SMP berinisial ZAAQ (14 tahun) diduga dibunuh oleh YA (16) dan APM (17) di bekas area wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, 9 Februari 2026.

Fakta baru terungkap: Keluarga korban menyebut benih konflik sudah muncul sejak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Garut.

Yusuf, paman korban dari pihak ayah, mengungkapkan bahwa ZAAQ dan YA sudah saling mengenal sejak lama. Saat kecil, korban sempat bersekolah di Bandung sejak taman kanak-kanak hingga kelas 4 SD, sebelum akhirnya pindah ke Garut.

“Kenal, Pak. Sebelumnya ZAAQ sekolah di Bandung dari TK sampai kelas 4. Pas kelas 4 ibunya ZAAQ meninggal,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi.

Setelah sang ibu meninggal, korban melanjutkan sekolah kelas 5 dan 6 SD di Garut. Di sanalah, menurut Yusuf, YA mulai mendekati korban. YA diketahui merupakan kakak kelas korban.

“Nah pas pindah ke Garut, ZAAQ didekati sama si pelaku. Mungkin ingin kenal gitu, Pak. Pelakunya kakak kelas,” katanya.

Namun hubungan tersebut tidak berjalan wajar. Yusuf mengungkapkan bahwa saat kelas 6 SD, korban pernah mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan YA.

Sejak kejadian itu, keluarga korban dan keluarga pelaku sempat membuat kesepakatan agar YA tidak lagi bertemu dengan ZAAQ. Trauma akibat pemukulan tersebut disebut berdampak pada kondisi mental korban.

“Awal-awal di Bandung mentalnya agak membaik karena ketemu teman lama. Tapi selang beberapa lama, si YA ini nyamperin ke Bandung. Akhirnya mentalnya terganggu lagi,” kata Yusuf.

Ia menegaskan bahwa kedatangan YA ke Bandung dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga. “Langsung nyamperin. Padahal dari pihak keluarga sudah ada persetujuan tidak boleh bertemu lagi,” ujarnya.

Terkait hubungan korban dengan AP, Yusuf mengaku kurang mengetahui secara pasti. Menurutnya, korban lebih dikenal dekat dengan YA, sementara AP disebut sebagai teman YA.

“Setahu saya kenalnya sama si YA. Kalau AP kurang tahu, mungkin temannya YA,” ucapnya.

Yusuf juga menyebut, berdasarkan cerita teman-teman korban, ZAAQ kerap menerima ancaman. Kondisi tersebut membuat korban mengalami tekanan mental.

“ZAAQ itu anggapnya cuma teman biasa. Dia masih kecil, masih polos. Tapi saya dengar dari temannya juga banyak ancaman dari pelaku. Jadi ZAAQ juga mungkin tidak paham sepenuhnya,” katanya.

Bahkan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, korban disebut sudah ingin menjauh karena merasa hubungan tersebut tidak lagi wajar.

Keluarga pun menilai tanda-tanda perilaku agresif YA sebenarnya sudah terlihat sejak di lingkungan sekolah. “Saya dengar dari orang di sekolahnya, memang orangnya bertingkah,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Rencana Prabowo Ikut KTT BoP, Pakar Singgung Negosiasi Limitasi Pelibatan TNI di ISF
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Persija Kalahkan Bali United di Kandang Lawan, Caretaker Ricky Nelson Ungkap Kunci Kemenangan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
H-3 Ramadhan 2026: Tips Mengatasi Pusing saat Puasa Tanpa Bergantung pada Obat
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Beruang Serang Tiga Warga, BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak di Talamau
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Program MBG di Sumba Barat Daya Berhasil Perbaiki Gizi Ibu Hamil dan Balita
• 35 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.