jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut Presiden Prabowo Subianto berpotensi lebih memilih Seskab Teddy Indra Wijaya sebagai Cawapres 2029 ketimbang Wapres Gibran Rakabuming Raka.
"Kemungkinan Prabowo Subianto lebih memilih Seskab Teddy Indra Wijaya daripada Gibran Rakabuming Raka dan lainnya untuk mendampinginya pada Pilpres 2029, tampaknya tetap terbuka," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Senin (16/2).
BACA JUGA: Fernando soal Skenario Pilpres 2029: Paket Prabowo-Gibran dan Faktor Jokowi
Sebab, mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu mengatakan kinerja Teddy sebagai Seskab dinilai masyarakat tinggi.
"Kinerja Teddy itu setidaknya bisa konstan hingga tahun 2028 saat partai politik sudah sibuk membidik sosok cawapres yang akan diusung," ujar Jamiluddin.
BACA JUGA: Prabowo Bisa Ditinggal 3 Partai Andai Pilih Bersama Gibran di 2029
Dia mengatakan Teddy berpeluang besar dilirik partai untuk mendampingi Prabowo pada 2029 jika kinerja alumnus Akmil 2011 itu di kabinet tetap positif sampai setidaknya 2028.
"Presiden Prabowo akan lebih mudah meyakinkan partai politik untuk mendukung Teddy menjadi cawapresnya," ujar Jamiluddin.
BACA JUGA: Belum Ada Parpol Dukung Gibran Jadi Wapres 2 Periode, Pengaruh Jokowi Mulai Hilang
Hanya saja, dia memberi catatan perlunya Teddy meningkatkan elektabilitas sebelum kontestasi politik 2029.
Dia mengatakan Prabowo bisa meyakinkan partai lain dengan mudah jika Teddy mempertahankan kinerja positif dan menggapai elektabilitas tinggi hingga 2028.
"Partai koalisinya tidak akan punya dasar untuk menolak Teddy menjadi cawapres Prabowo 2029," ujar Jamiluddin.
Namun, pengamat dari Universitas Esa Unggul itu menilai tidak mudah bagi Teddy menguatkan elektabilitas hingga 2028.
Sebab, kata dia, sosok seperti Gibran, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bakal punya elektabilitas kuat pada 2028.
"Namun, untuk leading dalam elektabilitas tentu tak mudah. Sebab, Gibran dan menteri lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Purbaya bisa jadi elektabilitasnya melejit pada 2028," katanya. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan



