Tiga orang tewas akibat tertimpa truk kontainer yang terguling di akses jalan irigasi Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, pada Minggu (15/2) malam.
Pantauan kumparan di lokasi, Senin (16/2) sekitar pukul 14.15 WIB, kontainer terlihat masih belum dievakuasi. Sejumlah warga disebut masih mengeluarkan muatan minyak goreng dalam truk sebelum proses evakuasi.
Adapun mobil Sedan Corolla yang ditumpangi korban dan keluarganya telah dievakuasi polisi dan jajaran Dishub Karawang.
Meski di sekitar TKP telah dipasang police line, warga terlihat masih ramai mengelilingi TKP lantaran penasaran ingin melihat lebih dekat.
Rio, salah seorang Pak Ogah setempat, mengungkap sebelum kejadian, sopir truk tersebut sempat melakukan survei ke lokasi sebelum melintasi turunan.
Truk tersebut diketahui akan membongkar muatannya dari arah Jalur Arteri menuju gudang di arah bawah di sekitar jalan irigasi.
"Dari jam 3 sopir udah survei lintasan ini, dia nyanggupin, padahal kita bilang nggak akan bisa. Masuknya lewat Lamaran Johar," kata dia.
Meski sempat dilarang, sopir tersebut rupanya kembali datang di sekitar pukul 19.30 WIB, dan tanpa aba-aba menyelonong masuk turunan.
"Kagok geus asup a, dipundurken deui teh hese, (tanggung sudah masuk, mobil mau dimundurkan susah), mau nggak mau terpaksa dimajuin, disuruh ngambil kanan, sopir malah kiri terus," jelas Rio.
"Itu sebelum keguling sempet nabrak colt diesel langsung nabrak pembatas jalan, keguling, pas rame langsung abdi (saya) laporan ke Polres," tambahnya.
Dia pun menyesalkan ramainya narasi yang beredar seakan memojokkan pihak pengatur lalu lintas. "Menyesalkan aja, seolah-olah kita yang ngasih cuma demi seribu dua rabu," sesalnya.
Salah seorang warga lainnya, Maryati, yang menyaksikan langsung di TKP membenarkan jika sopir tersebut memaksa masuk jalan turunan.
"Soalnya karena katanya deket gudangnya, lewat sana (Johar) jauh lagi. Padahal biasanya mah drop-nya di atas, diangkut pake pikap, tapi nggak tahu kenapa malah turun," paparnya.
Jalan turunan ini, kata dia, diketahui memang menjadi lintasan alternatif warga yang ingin masuk ke kawasan Perumahan CKM maupun ke arah perkotaan.
"Ramai tiap siang mah motor mobil jadi alternatif, kalau lewat jalan gede kan lumayan muter," tandasnya.





