Ketua MPR-Wamenag Tinjau Tanah Bergerak di Tegal: 900 Rumah Rata dengan Tanah

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, meninjau langsung lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Bencana yang terjadi pada Selasa (3/2) itu menyebabkan ratusan rumah warga dan fasilitas rusak parah.

“Di Kabupaten Tegal, di Padasari, Jatinegara, Jawa Tengah ada musibah tanah bergerak yang menyebabkan kurang lebih 900 rumah roboh, hancur, termasuk sekolah, tempat ibadah, masjid, pondok pesantren, dan banyak fasilitas-fasilitas umum lainnya rata dengan tanah,” kata Muzani di lokasi, Senin (16/2).

Muzani menyebut, jumlah pengungsi akibat bencana tersebut mencapai ribuan orang.

“Jumlah pengungsi yang dilaporkan oleh Bupati adalah 2.500 sampai 2.800 orang. Tentu ini sebuah musibah yang sangat memilukan kita,” ujarnya.

Meski demikian, Muzani mengapresiasi respons cepat aparat dan relawan yang berhasil meminimalkan korban jiwa.

“Dan kami telah menyaksikan bagaimana cepat, sigap, aparat TNI, Polri, BNPB, relawan, masyarakat, di bawah komando masing-masing, meninggalkan tempat yang berbahaya itu pada saat kejadian, sehingga korban diminimalisir. Bahkan jumlah korban nol. Tentu ini sebuah cara penanganan yang tepat, presisi, dan pas,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan bencana.

Warga terdampak bakal direlokasi

Untuk langkah lanjutan, Muzani menegaskan pentingnya relokasi warga terdampak.

“Yang kedua, setelah ini selesai musibah ini, tentu saja yang dilakukan adalah melakukan relokasi. Baik relokasi untuk pengungsi, kemudian relokasi untuk hunian sementara. Kami merasa bangga, pemerintah cepat memberikan respons terhadap musibah ini,” kata Muzani.

“Kemudian sekarang Kementerian Pekerjaan Umum telah mempersiapkan hunian sementara yang lokasinya sudah dipersiapkan di tidak jauh dari lokasi,” lanjutnya.

Terkait keberlanjutan pendidikan di hunian sementara, Muzani mengatakan, kegiatan belajar mengajar diupayakan tidak terhenti.

“Ya tadi ada aspirasi, bagaimana hunian sementara itu juga tetap memperhatikan proses pendidikan belajar mengajar agar tidak terhenti gara-gara menghuni di hunian sementara. Tapi tadi Bupati sudah menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal akan menjamin bahwa proses pendidikan belajar mengajar akan tetap dilakukan,” ujar Muzani.

Menjelang bulan Ramadan, Muzani juga menyinggung soal fasilitas ibadah yang akan digunakan.

“Berita yang kami dengar bahwa hunian yang sekarang ini menjadi musibah, tidak mungkin dilakukan, tidak mungkin dipakai lagi untuk hunian tetap. Berikut-berikutnya, termasuk juga tempat ibadah,” ujarnya.

“Di Huntara juga dibangun masjid, fasilitas-fasilitas lainnya, tadi kami dapat penjelasan seperti itu. Tapi yang penting adalah setelah itu hunian tetap, itu sedang dalam pemikiran berikutnya setelah Huntara terhuni seluruhnya,” tambah dia.

Muzani menegaskan lokasi terdampak tidak direkomendasikan lagi untuk aktivitas apa pun.

“Tapi hunian yang sekarang ini kena musibah, tidak direkomendasi untuk ditempati untuk kegiatan apa pun. Baik untuk kegiatan tempat tinggal, kegiatan ibadah, kegiatan pendidikan, ataupun kegiatan lain, karena lokasinya yang tidak direkomendasi oleh ahli geologi,” tegasnya.

MPR beri bantuan sembako

Selain meninjau lokasi, MPR juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

“Kami juga membantu sembako, BNPB membantu sembako jumlahnya ada, kami bantu sembako jumlahnya 2.000. Dan sudah sampai di sini,” kata Muzani.

“Kemudian ada dari Kemensos juga sudah datang. Tadi dari BNPB kami sudah serahkan jumlahnya Rp 241 juta rupiah,” sambungnya.

Untuk lokasi hunian sementara, Muzani menjelaskan bahwa tidak seluruh lahan yang diusulkan oleh pemerintah daerah seluas 12 hektare dapat digunakan.

“Dari 12 hektare yang disodorkan oleh pemerintah daerah menggunakan tanah pokok desa, yang direkomendasi untuk dan dianggap layak untuk digunakan Huntara itu 4,8 hektare. Selebihnya tidak direkomendasi,” ungkap Muzani.

“Nanti sisanya akan dicari tempat lain dan sekarang sedang dalam pengujian. Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk Huntara,” tutup dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Bunuh Diri Anak Disorot, DPR RI Minta Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah dan Keluarga
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Enam Pejabat Pemprovsu Mundur, Gubernur Sumut Bobby Nasution: Alhamdulillah Tahu Diri
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Peringatan BMKG: Hujan Lebat Terjadi 15 hingga 16 Februari 2026 di Jakarta, Jatim hingga Papua
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Imlek 2026 Tahun Kuda Api, Cek Urutan Shio Berdasarkan Tahun Lahir
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mandiri Institute: Pasar Tenaga Kerja RI Mulai Pulih, Tapi Vertical Mismatch Masih Tinggi
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.