Netanyahu Minta Perjanjian AS dengan Iran Wajib Hapus Infrastruktur Nuklir

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu bahwa setiap kesepakatan Washington dengan Iran harus mencakup pembongkaran penuh infrastruktur nuklir Teheran, bukan hanya menghentikan proses pengayaan uranium.

Berbicara dalam konferensi tahunan Conference of Presidents of Major American Jewish Organisations, Netanyahu menegaskan ia meragukan peluang kesepakatan tersebut. Namun, menurutnya, perjanjian apa pun harus memastikan material yang telah diperkaya keluar dari Iran.

“Tidak boleh ada kemampuan pengayaan, bukan sekadar menghentikan proses pengayaan, tetapi membongkar peralatan dan infrastruktur yang sejak awal memungkinkan pengayaan,” ujarnya, dikutip dari AsiaOne, Senin, 16 Februari 2026.

Putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pekan ini. Seorang diplomat Iran, menurut laporan pada Minggu, mengatakan Teheran tengah mengejar kesepakatan nuklir dengan Washington yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya kembali membuka negosiasi awal bulan ini untuk menangani perselisihan panjang terkait program nuklir Teheran serta mencegah kemungkinan konfrontasi militer baru. Para pejabat AS juga disebut telah mengirim kapal induk kedua ke kawasan dan menyiapkan kemungkinan kampanye militer berkepanjangan bila diplomasi gagal.

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga mengatakan Israel masih perlu “menyelesaikan tugas” menghancurkan seluruh jaringan terowongan di Gaza Strip. Ia menyebut Israel sejauh ini telah membongkar sekitar 150 kilometer dari perkiraan total 500 kilometer terowongan.

Selain itu, Netanyahu menyatakan tujuannya untuk mengakhiri bantuan militer Amerika Serikat bagi Israel dalam kurun 10 tahun setelah perjanjian saat ini berakhir pada 2028. Dalam kesepakatan berjalan, Israel menerima sekitar 3,8 miliar dolar AS per tahun yang sebagian besar digunakan untuk membeli peralatan di Amerika Serikat.

Menurut Netanyahu, kondisi ekonomi Israel yang kuat membuat negara itu mampu secara bertahap menghentikan komponen finansial bantuan militer tersebut. Ia mengusulkan penurunan bertahap menuju nol dalam sepuluh tahun dari tiga tahun yang masih tersisa dalam nota kesepahaman saat ini, lalu tujuh tahun berikutnya hingga bantuan sepenuhnya dihentikan.

“Kami ingin bergerak bersama Amerika Serikat dari hubungan bantuan menuju kemitraan,” kata Netanyahu.

Baca juga:  AS Akan Dukung Serangan Israel Jika Negosiasi dengan Iran Gagal


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dalam Kegelapan Tidak Ada Cantik dan Buruk, Hanya Baik dan Jahat
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Indonesia Ucapkan Selamat atas Pemilu Bangladesh, Siap Perkuat Kerja Sama
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Uang Bukan Alasan, Legenda Bayern Munchen Yakin Kane Bertahan
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kinerja Kuartal I 2026 Diprediksi Melambat, Unilever Fokus Jaga Momentum Bisnis
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.