CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Harga ayam di Pasar Terong mulai merangkak naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan paling signifikan terjadi pada ayam kampung, sementara ayam potong ikut terkerek dan ayam ras relatif stabil tergantung pasokan.
Pantauan pada Selasa (16/2) siang, sekitar tiga hari jelang Ramadan, ayam kampung ukuran besar dijual Rp170 ribu per ekor. Untuk ukuran kecil, pedagang mematok harga Rp125 ribu per ekor.
Harga inj terus naik. Sepekan lalu harga ayam kampung masih Rp130 ribu per ekor ukuran besar, kemudian naik menjadi Rp150 ribu per ekor pada akhir pekan kemarin.
Sementara ayam ras masih berada di harga Rp65 ribu per ekor. Ayam potong dijual sesuai bobot, yakni Rp55 ribu hingga Rp60 ribu untuk berat 1,8 kilogram dan Rp65 ribu untuk 2 kilogram.
Salah satu pedagang, Daeng Enal, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak awal Februari dan bukan semata karena momentum Ramadan.
“Februari ini naik harga memang, ayam potong, ayam kampung, kecuali ayam ras tetap memang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stabilitas harga ayam ras dipengaruhi pasokan dari daerah penghasil seperti Sidrap. Jika stok melimpah, harga bertahan di Rp65 ribu. Namun saat suplai berkurang, harga bisa menyentuh Rp75 ribu per ekor.
“Kalau ayam ras kan banyak stoknya, kalau kurang stoknya otomatis naik harga Rp75 ribu. Kalau banyak barang dari Sidrap, tetap kita jual Rp65 ribu,” jelasnya.
Untuk ayam potong, harga dipicu permintaan dalam jumlah besar. Ia menyebut konsumsi program MBG ikut memengaruhi pergerakan harga di pasaran.
“Kalau ayam potong, pemakaian MBG banyak, pasti di pasaran naik harga ayam potong. Tidak terlalu banyak pemakaian MBG, normal harganya,” katanya.
Meski harga naik, penjualan belum menunjukkan lonjakan. Pembeli masih relatif sepi dan biasanya peningkatan transaksi baru terjadi pada pertengahan Ramadan.
“Jelang Ramadan ini sepi pembeli, nanti pertengahan bulan Ramadan agak naik pembeli. Harga memang agak naik, yang kedua perputaran uang kurang,” ungkapnya.
Untuk menyambut Ramadan, Daeng Enal menyiapkan modal sekitar Rp30 juta. Setiap hari ia mengambil 50 ekor ayam kampung dan 100 ekor ayam potong. Khusus ayam potong, stok hingga Rabu dipersiapkan 500 sampai 700 ekor.
Rata-rata penjualan ayam kampung saat ini sekitar 30 ekor per hari, jauh di bawah momentum Idul Adha yang bisa mencapai 200 ekor per hari.
Perbandingan harga di swalayan menunjukkan selisih tipis untuk ayam potong. Di minimarket, harga ayam potong sekitar Rp56 ribu per kilogram, relatif berdekatan dengan harga di Pasar Terong jika dihitung berdasarkan berat.
Laporan: Rifki




