Melihat Lokasi Bencana Tanah Bergerak di Tegal: Rumah-Masjid Hancur, Jalan Retak

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jalan di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tak lagi mulus. kumparan menyusuri kawasan terdampak tanah bergerak itu, melintasi tanjakan licin dan jalanan yang retak terbelah.

Retakan memanjang di aspal dan lumpur yang mengendap menjadi penanda awal sebelum kerusakan yang lebih nyata tersaji. Memasuki wilayah yang lebih tinggi, tampak bangunan-bangunan runtuh, dinding yang patah, dan sisa-sisa kehidupan yang kini rata dengan tanah.

Sesampainya di wilayah desa, banyak posko pengungsian yang telah berdiri. Dari sana, untuk menuju lokasi terdampak, perjalanan harus dilanjutkan dengan sepeda motor karena kondisi medan yang tak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.

kumparan mengikuti rombongan Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii, yang juga naik ke atas dengan menumpangi motor warga setempat.

Jalanan yang dilewati licin dan becek, di beberapa titik retak dan berlubang, memperlihatkan dampak pergerakan tanah yang belum sepenuhnya pulih.

Setibanya di lokasi terdampak, pemandangan kerusakan tersaji tanpa jeda. Bangunan-bangunan tampak hancur berkeping-keping.

Rumah warga, sekolah, masjid, hingga pondok pesantren roboh dan rata dengan tanah. Bahkan, di beberapa titik, bentuk bangunan nyaris tak lagi dikenali.

Kepingan batu dan kayu berserakan di antara reruntuhan. Dinding-dinding bangunan terlihat retak, sebagian lainnya telah sejajar dengan permukaan tanah. Jalan yang terbelah memanjang menjadi saksi bagaimana tanah bergerak dan mengubah wajah permukiman dalam waktu singkat.

“Hari ini kami berkunjung ke Kabupaten Tegal, tepatnya di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ada musibah tanah bergerak yang menyebabkan kurang lebih 900 rumah roboh, hancur, termasuk sekolah, tempat ibadah, masjid, pondok pesantren, dan banyak fasilitas-fasilitas umum lainnya rata dengan tanah,” kata Muzani di lokasi.

Bencana tanah bergerak ini juga berdampak pada ribuan warga yang harus mengungsi. Muzani menyebut jumlah pengungsi mencapai 2.500 hingga 2.800 orang.

Menurut Muzani, langkah selanjutnya setelah masa tanggap darurat adalah relokasi bagi warga terdampak, termasuk penyediaan hunian sementara.

“Yang kedua, setelah ini selesai musibah ini, tentu saja yang dilakukan adalah melakukan relokasi. Baik relokasi untuk pengungsi, kemudian relokasi untuk hunian sementara,” kata Muzani.

“Kami merasa bangga, pemerintah cepat memberikan respon terhadap musibah ini. Kemudian sekarang Kementerian Pekerjaan Umum telah mempersiapkan hunian sementara yang lokasinya sudah dipersiapkan di tidak jauh dari lokasi,” lanjutnya.

Kunjungan ke lokasi bencana ini juga dimaksudkan sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak, sekaligus untuk menghimpun masukan langsung dari lapangan.

“Ya, kedatangan kami adalah memberikan support, semangat, bahwa kita tetap merasakan musibah yang terjadi di Kabupaten Tegal, di Jatinegara ini. Karena ini adalah bagian dari cara kita menyemangati secara bersama-sama bagaimana problem mereka adalah problem kami,” ujar Muzani.

Ia mengatakan akan langsung melaporkan hasil kunjungannya itu ke Presiden Prabowo Subianto sesampainya di Jakarta.

“Karena itu kami yang akan kembali ke Jakarta juga akan mendapatkan masukan dari lapangan ini untuk mengambil kebijakan. Saya sendiri akan melaporkan ini kepada Presiden tentang kunjungan ini supaya Presiden memerintahkan para pembantunya untuk bertindak cepat lagi memberikan bantuan,” kata Muzani.

Jembatan Ekoproyo yang Terputus Imbas Banjir

Sebelum meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari, Muzani lebih dulu mendatangi Jembatan Ekoproyo di wilayah Talang, Kabupaten Tegal. Jembatan tersebut ambruk dan memutus akses warga setelah terbawa banjir.

Di lokasi, tampak jembatan yang tak lagi utuh. Sebagian konstruksinya miring dan jatuh ke dalam aliran air. Puing-puing kayu serta batang pohon terlihat menumpuk di atas sisa jembatan yang hancur.

Muzani menekankan pentingnya pengamanan tanggul sungai serta harapan warga agar jembatan dapat dibangun kembali.

“Jembatan Ekoproyo tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati. Yang terpenting nomor satu adalah tanggul kanan-kiri. Karena itu bisa mengikis kanan-kiri, kanan-kiri sungai,” jelas Muzani.

“Yang kedua jika dimungkinkan, masyarakat tetap berharap ada jembatan yang dibangun ulang karena itu jembatan yang dipakai terutama oleh para pejalan kaki, sepeda, becak, dan seterusnya. Dan itu sudah kita sampaikan kepada Kementerian PU, dan Kementerian PU akan mencatat tadi itu,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih Dekat, Lebih Terbuka: Gaya Komunikasi Dahnil dan Dinamika Baru Pejabat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Libur Imlek, Jalan Sudirman-Thamrin Lengang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Izin Operasi Tempat Hiburan Malam di Karawang Dicabut Jika Beroperasi Saat Ramadan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Grunge Boiler Room Chapter #6 Spesial Edition Double Release Party, Klepto Opera dan NBP Tampil Keras dan Easy Listening
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Siswa SMP Dibunuh Pelajar SMK di Eks Kampung Gajah, KPAI: Sangat Mengerikan
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.