EtIndonesia. Sejumlah media Amerika Serikat pada 13 Februari 2026 melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford diperintahkan meninggalkan kawasan Karibia dan bergerak menuju Timur Tengah. Kapal induk bertenaga nuklir generasi terbaru ini membawa Sayap Udara Kapal Induk Kedelapan (Carrier Air Wing Eight) dan diperkirakan akan ditempatkan di kawasan tersebut setidaknya hingga Mei 2026.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan strategis Washington, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Rekam Jejak Penugasan: Dari Eropa ke Karibia
Kelompok tempur kapal induk Ford sebenarnya telah menjalani penugasan luar negeri sejak Juni 2025. Pada fase awal, kapal ini dikerahkan ke Eropa untuk mengikuti latihan militer NATO di Laut Utara sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman Rusia di kawasan Baltik.
Pada periode tersebut, kapal sempat berlabuh di Oslo, Norwegia, sebelum bergerak ke Laut Mediterania pada September 2025, dengan kunjungan ke Italia dan Kroasia.
Namun pada Oktober 2025, arah penugasannya berubah drastis. Kapal ini dialihkan ke kawasan Karibia. Pada pertengahan November 2025, kelompok tempur Ford terpantau berada di perairan dekat Venezuela.
Pada Januari 2026, sejumlah laporan menyebutkan bahwa elemen kekuatan udara yang terkait dengan penempatan tersebut turut mendukung operasi militer yang menargetkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, meski rincian resmi tidak diungkap secara terbuka oleh Pentagon.
Kini, arah baru menuju Timur Tengah menandai babak berikutnya dalam siklus operasional kapal induk ini.
Kapal Induk Generasi Baru dengan Teknologi Revolusioner
USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk kelas Ford pertama milik Angkatan Laut AS. Kapal ini menggunakan reaktor nuklir tipe A1B generasi baru yang dirancang beroperasi hingga 50 tahun tanpa perlu penggantian bahan bakar.
Keunggulan utamanya meliputi:
- Sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS)
- Sistem penahan pendaratan elektromagnetik
- Otomatisasi tinggi yang mengurangi kebutuhan personel hingga 35–50%
- Kapasitas listrik tiga kali lipat dibanding kapal kelas Nimitz
Jika kapal kelas Nimitz mampu menghasilkan 140–160 sorti per hari, kelas Ford mampu meningkatkan angka tersebut menjadi 180–220 sorti per hari, menjadikannya salah satu platform proyeksi kekuatan paling efisien di dunia.
Penugasan tempur pertamanya dimulai pada Mei 2023 dari Norfolk menuju Eropa. Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, kapal ini segera bergerak ke Timur Tengah dan menyelesaikan misi delapan bulan pada Januari 2024.
Rekor Penugasan Terlama?
Secara umum, siklus penempatan kapal induk AS berlangsung sekitar tujuh bulan. Namun sejak 2021, rata-rata penugasan meningkat menjadi hampir sembilan bulan.
Jika USS Ford tetap berada di luar negeri setelah 15 April 2026, kapal ini berpotensi mencatatkan rekor penugasan terlama sejak era Perang Vietnam.
Sementara itu, distribusi kapal induk AS saat ini menunjukkan:
- USS George Washington ditempatkan di Jepang (Armada Ketujuh).
- USS Nimitz kembali ke Seattle menjelang masa pensiun.
- USS John F. Kennedy masih dalam tahap uji coba laut.
- USS George H. W. Bush tengah menyelesaikan latihan dan sertifikasi.
- USS Theodore Roosevelt berbasis di San Diego.
Dengan konfigurasi ini, USS Ford kemungkinan menjadi kapal pertama yang tiba di kawasan Timur Tengah, meskipun tidak tertutup kemungkinan USS George H. W. Bush akan menggantikannya pada pertengahan tahun 2026.
Pergerakan Jet Tempur dan Sinyal Eskalasi
Selain pengerahan kapal induk, pergerakan tambahan jet tempur juga terdeteksi. Enam pesawat F-35 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Lakenheath, Inggris, menuju Yordania. Beberapa unit lain yang berbasis di Morón, Spanyol, juga berpotensi mengikuti.
Langkah ini dipandang sebagai penguatan lapisan udara jika konflik meningkat.
Diplomasi Tegang: Trump–Netanyahu Bahas Iran
Pada 10 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar pertemuan selama tiga jam di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Netanyahu mendesak agar Washington tidak menerima kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penghentian total program nuklir serta penghancuran persediaan rudal balistik Teheran.
Pada 13 Februari 2026, Reuters melaporkan bahwa militer AS tengah mempersiapkan skenario operasi militer yang dapat berlangsung beberapa minggu jika perintah dikeluarkan.
Dalam wawancara pada tanggal yang sama, Trump menyatakan bahwa jika diplomasi gagal, opsi militer siap dijalankan. Dia bahkan menyebut bahwa perubahan rezim di Iran bisa menjadi “hasil terbaik” setelah konflik panjang selama 47 tahun.
Trump juga mengindikasikan bahwa kapal induk kedua dapat dikerahkan sebagai langkah antisipatif.
Seberapa Besar Potensi Operasi?
Jika serangan benar-benar terjadi, pengamat memperkirakan operasi akan:
- Berlangsung beberapa minggu
- Melibatkan kapal induk dan kapal perusak
- Menggunakan F-35, F-22, F-15, pembom B-52 dan B-2
- Didukung operasi intelijen intensif
- Terkoordinasi erat dengan Israel
Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pengerahan militer dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum aksi nyata terjadi.
Untuk saat ini, banyak analis menilai kemungkinan konflik dalam satu hingga dua pekan ke depan masih relatif kecil. Indikasi yang lebih jelas kemungkinan baru terlihat setelah kelompok tempur USS Ford benar-benar tiba dan menempati posisi operasional di kawasan Timur Tengah.




