- Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan beberapa menteri di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2).
- Fokus pembahasan adalah penguatan strategi Indonesia menghadapi dinamika serta perundingan ekonomi global saat ini.
- Prabowo menekankan diplomasi ekonomi harus berdampak jangka panjang, meningkatkan produktivitas industri, dan memperkuat rantai pasok.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2).
Pertemuan tersebut digelar khusus untuk membahas penguatan strategi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Pertemuan yang berlangsung pada sore hari itu difokuskan pada penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika dan perundingan ekonomi global.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
Mereka terlihat berbincang serius dalam satu meja bundar bersama Prabowo.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah tidak boleh sekadar bersifat transaksional jangka pendek.
Sebaliknya, langkah tersebut harus memiliki dampak jangka panjang terhadap penguatan struktur ekonomi nasional.
Prioritas utama yang dibahas dalam pertemuan itu meliputi peningkatan produktivitas industri dalam negeri serta peran strategis Indonesia dalam memperkuat rantai pasok global.
"Dalam pertemuan ini, Presiden menegaskan beberapa langkah yang akan diambil, termasuk memastikan kebijakan yang diambil Indonesia saat ini sifatnya menguntungkan dan yang terbaik bagi seluruh masyarakat, meningkatkan produktivitas industri dalam negeri, serta terus berkontribusi dalam memperkuat rantai pasok global," demikian keterangan akun Presiden Republik Indonesia, dikutip Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus berorientasi pada hasil konkret yang dapat dirasakan langsung oleh bangsa dan negara.
Pertemuan di Hambalang tersebut menegaskan komitmen kuat Prabowo Subianto bahwa diplomasi ekonomi Indonesia ke depan harus dijalankan secara berdaulat, strategis, dan sepenuhnya menguntungkan bagi kepentingan nasional.




