LION Alokasikan Capex hingga Rp5 Miliar Sepanjang 2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Lion Metal Works Tbk (LION) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp2 miliar hingga Rp5 miliar sepanjang 2026.

LION Alokasikan Capex hingga Rp5 Miliar Sepanjang 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Lion Metal Works Tbk (LION) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp2 miliar hingga Rp5 miliar sepanjang 2026.

Direktur LION Lawer Supendi mengatakan, fokus utama capex tersebut adalah untuk digitalisasi lini produksi. Salah satunya melalui pembelian mesin laser cutting dan pengelasan robotic.

Baca Juga:
Penjualan Naik 24,69 Persen, Lion Metal (LION) Masih Cetak Rugi di Semester I

"Otomatisasi ini untuk menekan biaya tenaga kerja jangka panjang dan meningkatkan output," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (16/2/2026).

Dia menerangkan, saat ini kondisi pasar industri sedang transisi menuju efisiensi tinggi melalui digitalisasi. Meskipun ada tekanan dari fluktuasi harga bahan baku, permintaan domestik tetap kuat sebagai penopang utama.

Baca Juga:
Lion Metal (LION) Kucurkan Tambahan Dana Talangan Rp39,87 Miliar ke Anak Usaha

Sehingga, kata Lawer, perseroan menerapkan strategi pada Divisi Cable Ladder, Divisi Fire Door, dan Racking dengan sistem 2 way dan 4 way. Sehingga bisa menghemat anggaran, dengan teknologi tinggi dan menekan biaya.

Baca Juga:
Anak Usaha Raih Kredit Rp25 Miliar dari Bank Mandiri, LION Beri Jaminan Deposito

"Sistem otomatis racking bekerja sama dengan China, sehingga mudah-mudahan strategi ini dapat memperbaiki kinerja," kata dia.

Dia juga menegaskan, fokus utama LION tahun ini menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi harga bahan baku yakni baja dan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Lawer mengungkapkan, kinerja penjualan perseroan saat ini menurun. Hal itu dibarengi dengan penurunan harga dan situasi pasar saat ini banyak kompetitor dari China.

"Selain penurunan omzet dan banyaknya kompetitor, terjadinya persaingan yang ketat dan fluktuasi harga bahan baku yang tidak stabil. Tetapi pada 2024, perseroan mendapatkan order produk Cable Ladder, sehingga omzet cukup baik, sedangkan 2025 penjualan produk Cable Ladder berkurang," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda, Begini Tanggapan MUI
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemarin, prioritas MBG untuk 3B hingga pencemaran Sungai Cisadane
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Hujan Deras, 3 Kecamatan di Pasuruan Terendam Banjir
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Lokasi dan Cara Tukar Uang Baru di Semarang untuk Lebaran 2026
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.