Pagi itu, selepas melakukan evaluasi finansial rumah tangga, Wina menutup buku catatan keuangannya pelan. Angka-angka hasil perhitungan pemasukan bulanan, biaya sekolah anak, belanja rumah tangga, hingga sisa tabungan yang harus Ia sisihkan, masih segar di kepalanya.
Di sela rutinitas itu, Wina berhenti sejenak sambil menarik napas pelan.
“Menyambut bulan puasa, apakah keluarga kami sudah cukup siap menghadapi hal-hal tak terduga?” batinnya.
Sebagai istri dan ibu rumah tangga, Wina sudah terbiasa memikirkan banyak hal sekaligus. Mulai dari kebutuhan harian, rencana pendidikan si kecil, sampai memastikan keuangan keluarga tetap berjalan stabil dari bulan ke bulan.
Namun, di tengah semua perencanaan itu, ada satu hal yang selama ini jarang dimasukkan ke dalam daftar prioritasnya, yakni perlindungan keuangan jika risiko kesehatan serius datang tanpa rencana. Bukan karena ia tidak peduli, melainkan karena risiko semacam ini sering terasa jauh sampai suatu hari benar-benar terjadi.
Di titik inilah Wina mulai menyadari, sehat finansial bukan hanya berarti bebas dari risiko, tetapi juga harus siap menghadapinya.
Oleh karena itu, menyambut puasa ini menjadi momen tepat untuk kembali menyusun resolusi finansial yang lebih realistis agar keuangan keluarga lebih siap, stabil, dan tenang menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis. Apalagi di bulan penuh berkah ini, akan ada pemasukan tambahan seperti THR. Jadi sebelum dihabiskan untuk keperluan lebaran, ada baiknya mulai mengatur keuangan dari sekarang.
Lantas, apa saja resolusi finansial yang harus disiapkan agar ibu rumah tangga seperti Wina bisa lebih tenang menata keuangan sekaligus menyusun masa depan keluarga?
1. Menata Ulang Anggaran dengan Lebih MindfulMenata anggaran secara mindful bukan sekadar rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan pengeluaran sudah sejalan dengan tujuan finansial keluarga.
Selain itu, anggaran perlu dibagi secara jelas antara kebutuhan jangka pendek, seperti belanja harian dan cicilan, serta kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya pendidikan hingga dana darurat.
Dengan pendekatan ini, Ibu dapat memiliki kontrol yang lebih utuh atas keuangan keluarga. Saat arus keuangan tercatat dan terarah, rasa tenang pun muncul karena setiap keputusan belanja dibuat dengan pertimbangan yang lebih matang.
2. Memperkuat Dana Darurat untuk Hal Tak TerdugaIdealnya, dana darurat perlu disiapkan untuk menutup kebutuhan hidup selama beberapa bulan ketika kondisi finansial tidak berjalan sesuai rencana. Namun dalam praktiknya, dana ini sering kali cepat terkuras, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan biaya besar.
Ketika dana darurat habis, tak jarang keluarga harus mengorbankan tabungan lain atau rencana keuangan yang sudah disusun. Karena itu, dana darurat tidak hanya perlu dikumpulkan, tetapi juga “dilindungi” agar stabilitas finansial keluarga tetap terjaga saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
Selain perencanaan keuangan yang matang, memperkuat dana darurat juga bisa dilakukan dengan melengkapi perlindungan yang tepat, salah satunya melalui asuransi.
3. Menyadari Risiko Kesehatan sebagai Bagian dari Perencanaan KeuanganKondisi keuangan yang sehat bukan berarti bebas dari risiko. Ya, risiko tak terduga–termasuk masalah kesehatan, sering kali datang tanpa peringatan dan dapat berdampak besar pada stabilitas finansial keluarga jika tidak dipersiapkan sejak awal.
Di Indonesia, jumlah pasien penyakit kritis terus terus menunjukkan tren peningkatan. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sejumlah penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia berasal dari kelompok penyakit kritis, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, tuberkulosis (TBC), hingga infeksi saluran pernapasan.
Di sinilah perlindungan kesehatan menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga. Dengan perlindungan yang tepat, keluarga dapat memiliki pegangan finansial ketika menghadapi risiko penyakit kritis, sehingga ibu dapat tetap fokus mendampingi keluarga dalam proses pemulihan, tanpa terbebani masalah biaya.
Zurich Critical Care: Perlindungan Penyakit Kritis untuk Membantu Menjaga Stabilitas Finansial KeluargaSebagai bagian dari perencanaan keuangan yang lebih matang, Zurich Life menghadirkan Zurich Critical Care, produk yang dirancang khusus untuk melindungi kamu dan keluarga dari risiko penyakit kritis, seperti kanker, stroke, atau gagal ginjal. Perlindungan yang diberikan tidak hanya mencakup beragam jenis penyakit kritis di tahap awal maupun lanjut, tapi juga manfaat tutup usia serta manfaat akhir pertanggungan sesuai ketentuan polis. Dengan cakupan yang luas, Zurich Critical Care memastikan keluarga tetap memiliki dukungan finansial, sehingga bisa fokus pada proses pemulihan tanpa khawatir soal biaya di masa sulit.
Menariknya, Zurich Critical Care menawarkan fleksibilitas masa perlindungan yang dapat disesuaikan dengan rencana keuangan keluarga, serta dilengkapi fitur perpanjangan otomatis tanpa perlu melalui pemeriksaan kesehatan kembali (syarat dan ketentuan berlaku). Sehingga tidak perlu khawatir jika situasi atau kebutuhan berubah di kemudian hari.
Zurich Critical Care juga memberikan kemudahan melalui premi yang tetap selama masa pembayaran, dengan pemilihan masa pembayaran yang dapat disesuaikan. Selain itu, Zurich Critical Care juga menyediakan dua pilihan plan, yaitu plan Essential yang fokus pada perlindungan utama terhadap penyakit kritis, sementara plan Pro menggabungkan perlindungan penyakit kritis dengan manfaat akhir pertanggungan. Kedua plan ini dirancang agar dapat disesuaikan dengan tujuan finansial dan tahap kehidupan masing-masing keluarga.
Memasuki awal puasa, menata keuangan dan perlindungan secara lebih matang menjadi langkah kecil yang dapat memberi dampak besar bagi ketenangan keluarga. Karena pada akhirnya, rasa tenang bukan datang karena semua risiko hilang, melainkan karena keluarga merasa lebih siap menghadapinya.
Bersama Zurich, perjalanan tersebut terasa lebih ringan karena #BarengJadiLebih. Cek informasi lebih lanjut mengenai Zurich Critical Care di sini.





