Harga Bitcoin Anjlok 50 Persen, Investor Antisipasi Risiko Pasar Kripto

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga Bitcoin kembali anjlok pada awal pekan ini. Berdasarkan Coinmarketcap, harga Bitcoin pada Senin (16/2), menyentuntuh USD 68.000 atau turun 50 persen dibandingkan awal tahun ini.

Penurunan tajam harga Bitcoin mulai terjadi sejak awal bulan ini. Pasar kripto pun dihantam gelombang likuidasi sebesar USD 4,85 miliar. Dampaknya, indeks fear & greed turun ke level terendah di awal tahun 2026.

Dilansir dari Business Insider, pengamat kripto dari Ned Davis Research, Pat Tschosik, memproyeksi bahwa penurunan harga kripto akan berlanjut di tahun ini. Bahkan Pat memproyeksi harga Bitcoin bisa mencapai level terendah USD 31.000. Sejak tahun 2011 hingga saat ini, Bitcoin telah turun rata-rata 84 persen.

"Harga Bitcoin telah jatuh 44 persen dari puncaknya di bulan Oktober 2025, diperdagangkan sekitar USD 69.180 pada pekan lalu. Jika koin jatuh ke angka USD 31.000, itu menyiratkan kripto jatuh 55 persen lagi dari level saat ini," katanya.

John Blank, kepala strategi di Zacks Investment Research, memproyeksi harga Bitcoin bisa mencapai level terendah di bawah USD 40.000. Hal ini karena adanya berbagai penyebab, mulai dari Ketua The Fed yang baru dikhawatirkan investor hingga rencana peluncuran koin Trump.

Di sisi lain, jatuhnya harga Bitcoin menjadi pil pahit bagi pendukung teori emas digital. CEO GraniteShares, Will Rhind, mencatat adanya anomali di mana aset aman (safe haven) tradisional seperti emas justru mencetak rekor tertinggi saat Bitcoin terpuruk.

"Sangat berat menjadi investor Bitcoin saat ini. Seharusnya ini tidak terjadi; ketika Bitcoin turun hampir 50 persen, emas tidak seharusnya mencapai titik tertinggi sepanjang masa," kata Rhind.

Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, mengatakan investor dalam negeri perlu mencermati perkembangan dan dinamika pasar kripto. Apalagi, kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

"Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting," ujar Iskandar dalam keterangannya.

Dia melanjutkan, di tengah kondisi pasar ini, trading derivatif kripto dapat menjadi alternatif bagi trader kripto untuk bisa memaksimalkan potensi keuntungan. "Trading derivatif kripto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun," jelasnya.

Iskandar juga mengatakan, investor dapat melakukan strategi trading sambil tetap meminimalisasi risiko pengguna. Saat ini, Pintu Futures, menyediakan lima fitur bagi pengguna Pintu Futures yaitu, Take Profit dan Stop Loss, Adjustable Leverage hingga 25x, Price Protection, Initial Margin Buffer, dan Stop Order.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspresi Purbaya Saat Prabowo Bilang Pertumbuhan Ekonomi Harus Lebih dari 8%
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Ada SOTR di Makassar Selama Ramadan, Polisi Siapkan 300 Tim Patroli
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebanyak 90% Pekerja Tanggung Beban Ganda, Kesiapan Pensiun Kian Tertekan
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
15 Karakter One Piece Pengguna Buah Iblis Logia Terkuat
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diduga Korsleting Listrik, 8 Rumah Terbakar di Jalan Sangir
• 1 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.