Hujan deras dan angin kencang yang melanda Pulau Utara, Selandia Baru, sejak akhir pekan menyebabkan kerusakan infrastruktur serius. Sebuah truk dilaporkan jatuh setelah sebuah jembatan ambruk pada Minggu (13/2/2026), memperlihatkan dampak cuaca ekstrem yang semakin meluas di wilayah tersebut. (Reuters)
2/5Rekaman video dan foto dari saksi mata menunjukkan kondisi jembatan yang rusak parah, dengan pepohonan tumbang serta puing-puing berserakan di sekitar lokasi. Kerusakan terlihat meluas hingga ke area jalan dan lingkungan sekitarnya, menandakan kuatnya terpaan badai yang melanda. (Reuters)
Pada Senin (16/2/2026), Pulau Utara masih dilanda hujan lebat dan angin kencang. Kondisi cuaca buruk tersebut memicu gangguan transportasi secara luas. Sejumlah penerbangan, layanan kereta, dan feri terpaksa dihentikan, sementara beberapa ruas jalan ditutup demi keselamatan. (Reuters)
4/5Selain gangguan mobilitas, badai juga berdampak pada pasokan listrik. Puluhan ribu warga dilaporkan mengalami pemadaman, memperparah situasi di tengah upaya pemulihan dari kerusakan akibat cuaca ekstrem yang belum mereda. (Reuters)
Dampak badai juga terasa di sektor transportasi udara. Sebagian besar penerbangan yang masuk dan keluar dari Wellington dilaporkan dibatalkan atau ditunda. Maskapai nasional Air New Zealand bahkan menghentikan sementara operasional di sejumlah bandara, termasuk di Wellington, Napier, dan Palmerston North, berdasarkan laporan media setempat. (Reuters)




