GenPI.co - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto mengkritik keras pemerintah dengan menyebut program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Maling Berkedok Gizi.
Pernyataan keras ini diungkapkannya lewat unggahan di Instagram-nya @tiyoardianto_.
“MBG adalah #MalingBerkedokGizi,” tulis dia, dikutip Senin (16/2).
Tiyo menilai MBG tidak lagi bisa dipahami sebagai program sosial murni untuk pemenuhan gizi anak.
MBG dianggap berdampak buruk pada puluhan ribu anak, yang disebut-sebut mengalami keracunan massal.
Di sisi lain, dia menyebut program MBG tersebut berpotensi menjadi ladang kepentingan elite dan membuka ruang penyalahgunaan anggaran negara.
“Kita harus mulai bicara bahwa MBG bukan Makan Bergizi Gratis. Bergizi saja tidak. Apalagi gratis. Itu uang kita yang dialokasikan serampangan! Untuk apa? Untuk bagi-bagi ke kroninya,” tegas Tiyo.
Ketua BEM UGM ini juga mengkritik absennya evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, meski program tersebut menuai sorotan luas dari masyarakat.
Dia menilai pemerintah seharusnya lebih transparan dalam menjelaskan alur anggaran, mekanisme distribusi, serta pengawasan program agar tidak memunculkan kecurigaan publik.
“223 T (Rp 233 triliun) anggaran pendidikan dirampas, efeknya banyak yang kehilangan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi, dan guru-guru honorer ditelantarkan,” beber dia.(*)
Simak video menarik berikut:



