Insentif Mudik Lebaran, Garuda Indonesia (GIAA) Bidik Kinerja Positif

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) membidik pertumbuhan kinerja positif pada musim Lebaran 2026 seiring dengan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Wakil Direktur Utama GIAA Thomas Oentoro mengatakan dengan penyesuaian harga tiket Lebaran pada 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 17%-18%, didukung oleh kombinasi insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Dia mengharapkan kebijakan ini dapat menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional. 

"Proyeksi volume penumpang Lebaran 2026 diharapkan menunjukkan tren positif yang mampu mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas layanan," ujarnya melalui keterangan resmi dikutip, Senin (16/2/2026).

Dia meyakini sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor penerbangan memperkuat peran sentralnya sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga : Menhub Proyeksi Kepadatan Angkutan Lebaran 2026 Lebih Longgar Berkat WFA

Secara keseluruhan, perseroan menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penurunan harga tiket pesawat penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik. 

Dia berpendapat kebijakan stimulus ini turut mencerminkan konsolidasi kebijakan lintas sektor yang strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta penguatan ekosistem aviasi nasional pada periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447H/2026M.

Menurutnya, kebijakan stimulus yang terkoordinasi ini mampu berdampak langsung bagi masyarakat. 

Lebih lanjut, Garuda Indonesia telah melakukan menyesuaikan harga tiket penerbangan kelas ekonomi pada rute domestik untuk pembelian melalui seluruh kanal penjualan mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan periode penerbangan 14–29 Maret 2026, sesuai ketentuan PMK No.42026, KP-DJPU 27 Tahun 2026, dan KM No.43/2026.

Selaras dengan itu, anak usaha Garuda Indonesia Group, Citilink juga memberlakukan penyesuaian harga tiket penerbangan kelas ekonomi efektif 11 Februari 2026, guna memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.

Baca Juga : Garuda (GIAA) & Citilink Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran, Cek Jadwalnya

Sebagai gambaran, GIAA bersama anak usahanya, Citilink, pada musim Lebaran tahan lalu mengangkut total 1.560.233 penumpang atau sekitar 80% seat load factor dari total kursi yang disediakan sebanyak 1.930.085. 

Angkutan tahun ini naik 12,15% jika dibandingkan dengan periode peak season lebaran tahun sebelumnya yang berlangsung pada 3 April-21 April 2024, yaitu 1.391.217 penumpang.

Jumlah total angkutan penumpang tersebut dikontribusikan dari penerbangan Garuda Indonesia sebanyak 766.251 penumpang yang terdiri dari 577.954 penumpang rute domestik dan 188.297 penumpang rute internasional.

Lalu, Citilink 793.982 penumpang yakni 769.427 penumpang rute domestik dan 24.555 penumpang rute internasional.

Adapun, selama peak season Lebaran berlangsung, terdapat rute-rute yang memiliki tingkat keterisian yang cukup tinggi, yakni untuk rute domestik di antaranya Denpasar-Surabaya pp, Tanjung Pinang-Jakarta, Batam-Jakarta, Jakarta-Tanjung Karang, Pontianak-Jakarta, Jakarta-Padang, dan Jakarta-Pekanbaru.

Sementara untuk penerbangan internasional meliputi Jakarta-Jeddah, Jakarta-Madinah, Sydney-Denpasar, Jakarta-Amsterdam, Hong Kong-Jakarta, Penang-Kualanamu, Jakarta-Kuala Lumpur pp.

Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan telah membuka rute baru dari Jakarta via Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma menuju Padang dan Pekanbaru, yang beroperasi mulai Senin (16/2/2026).

Dia berharap dengan pembukaan rute baru ini dapat memberikan kontribusi positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi antardaerah di Indonesia.

Termasuk juga pertumbuhan mobilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bisnis dan wisata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Ucapkan Selamat atas Keberhasilan Pemilu Bangladesh dan Apresiasi Kepemimpinan Muhammad Yunus
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Terungkapnya Pembunuhan di Eks Kampung Gajah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ketegangan AS-Iran Diambang Konflik, Kapal Induk AS di Perairan Arab
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Duel Persija vs PSM Makassar Bukan di GBK, Macan Kemayoran Jamu Juku Eja di JIS: Ini Penyebabnya!
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Kisah Norida: 18 Tahun Hidup Miskin di Lombok, Akhirnya Pulang ke Malaysia
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.