Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Hindari “Padusan" di Pantai Selatan DIY

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS - Warga diimbau tidak melakukan ”padusan” atau tradisi menyucikan diri jelang Ramadhan di kawasan pantai selatan DI Yogyakarta. Alasannya, cuaca buruk tengah melanda sehingga berpotensi memicu gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Bagas Senoadji, di Yogyakarta, Senin (16/2/2026), mengatakan, telah menginstruksikan personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) DIY untuk mengawasi aktivitas pengunjung di pantai.

"Petugas akan mengingatkan warga agar tidak bermain-main di air dulu karena cuaca sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Satpol PP DIY membawahkan SRI yang berada di lima wilayah pantai DIY, yakni Parangtritis, Sadeng, Baron, Glagah, dan Samas. Ketiganya tersebar di wilayah Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Adapun, jumlah personel SRI DIY di kelima pantai itu sebanyak 241 orang.

Bagas mengungkapkan, biasanya masyarakat setempat sudah paham untuk tidak melakukan padusan di pantai saat cuaca buruk. Warga pun mengalihkan pelaksanaan tradisi itu di sumber air lain yang lebih aman, seperti umbul, embung, atau pancuran.

Imbauan untuk waspada saat beraktivitas di pantai juga disampaikan kepada wisatawan atau pengunjung dari luar daerah. Saat ini pantai-pantai di DIY banyak dikunjungi wisatawan yang memanfaatkan liburan Imlek.

“Karakteristik pantai selatan gelombangnya tinggi, apalagi saat ini curah hujan juga tinggi,” kata Bagas.

Baca JugaTradisi Padusan Menjelang Ramadhan di Umbul Cokro Klaten

Tradisi ”padusan” digelar warga di DIY untuk membersihkan diri denga mandi menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Tradisi itu biasanya dilakukan sehari sebelum puasa. Kawasan di sepanjang pantai selatan DIY pun menjadi salah satu tempat favorit warga untuk melakukan tradisi tersebut.

Bagas menambahkan, selain di pantai, pihaknya juga mengimbau warga untuk tidak melakukan ”padusan” di sungai. Aliran sungai berpotensi tidak aman dalam kondisi cuaca buruk.

“Bisa saja saat melakukan ’padusan’ di sungai cuacanya cerah, tapi kalau di bagian hulu hujan lebat, bahaya terjadi banjir bandang,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, DIY berstatus siaga cuaca buruk untuk dua hari ke depan. Kondisi ini dipicu sejumlah faktor, salah satunya adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang dari Sumatera bagian selatan hingga Jawa bagian barat.

Hujan diprediksi berkategori sedang hingga lebat dengan potensi disertai angin dan petir.

Hal tersebut menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Pulau Jawa. “Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa, termasuk DIY,” ucap Warjono.

Selain itu, ada pula pengaruh suhu muka laut yang relatif hangat, yakni 26-30 derajat celsius, sehingga mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer. Profil vertikal kelembapan udara terkini di wilayah DIY juga sebesar 68-97 persen sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.

“Hujan diprediksi berkategori sedang hingga lebat dengan potensi disertai angin dan petir,” ucap Warjono.

Kondisi cuaca buruk ini disebut Warjono juga diprediksi terjadi di sepanjang pantai selatan DIY. Beberapa hari terakhir, kawasan pantai diguyur hujan sejak pagi hingga sore. “Sehingga perlu waspada juga karena ketika hujan lebat bisa menyebabkan gelombang tinggi,” tuturnya.

Tinggi gelombang laut selama dua hari ke depan diperkirakan mencapai 1,25-2,5 meter atau kategori sedang. Warga yang beraktivitas di pantai pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas serta mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah terpasang di pantai.

Baca JugaCuaca Ekstrem, Nelayan Tak Melaut Mulai Dua Pekan sampai Dua Bulan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Surabaya Jelang Ramadhan
• 7 jam lalumatamata.com
thumb
Prabowo Tegaskan Perundingan Global Harus Menguntungkan Indonesia
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Kecelakaan Minibus Hilang Kendali Tabrak 3 Pemotor di Cianjur, 7 Orang Luka-Luka
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Cincau, Primadona Pasar Terong Jelang Ramadan
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Jelang Imlek 2026: Cek Sektor Saham Risiko Boncos di Tahun Kuda Api
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.