Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pemerintah akan menggenjot hilirisasi kopi dan penguatan industri pengolahan agar menjadi bernilai tambah. Langkah ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia dengan pasar ekspor yang terus berkembang di Amerika, Eropa, dan Asia.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pengembangan kopi nasional ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, melainkan juga pada penguatan kualitas, keberlanjutan, dan percepatan hilirisasi. Menurutnya, kebijakan tersebut mampu menghadirkan nilai tambah yang nyata bagi pekebun.
“Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).
Untuk itu, pemerintah membidik penguatan posisi Indonesia sebagai pemasok kopi olahan bernilai tambah dengan mendorong percepatan hilirisasi serta penguatan industri pengolahan dalam negeri hingga 2026.
Amran menilai hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan posisi tawar kopi Indonesia di pasar global, termasuk melalui pengembangan industri roasting, produk kopi siap seduh, ekstrak kopi, hingga diversifikasi produk turunan lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat mengatakan pemerintah mendorong budidaya adaptif perubahan iklim, penguatan pendampingan dan kelembagaan pekebun, serta kemitraan dengan industri pengolahan untuk mempercepat hilirisasi di sentra produksi.
Roni berharap melalui penerapan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, pengembangan kopi nasional hingga 2026 dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas akses pasar, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
Dari sisi perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor kopi Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 316.700 ton dengan nilai lebih dari US$1,63 miliar. Pada periode yang sama, produksi kopi nasional mencapai sekitar 813.000 ton kopi berasan.
Adapun, pemerintah menargetkan penguatan akses pasar ekspor hingga 2026 melalui peningkatan konsistensi mutu, pemenuhan standar internasional, serta pengembangan produk kopi olahan sesuai kebutuhan pasar global.





