HARGA daging ayam potong di Kota Medan, Sumatra Utara, diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan hingga melewati angka Rp50.000 per kilogram menjelang bulan Ramadan 2026. Peningkatan permintaan yang drastis akibat tradisi menyambut bulan suci serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pemicu utama pergerakan harga tersebut.
- Daging Ayam: Rp39.000-Rp42.000/kg (Potensi Rp50.000+)
- Daging Sapi: Rp135.000-Rp150.000/kg (Stabil)
- Cabai Merah: Rp32.000-Rp37.000/kg
- Cabai Hijau: Rp15.000/kg (Turun)
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa saat ini pasar tengah menghadapi lompatan permintaan. "Lompatan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan menjadi faktor utama pergerakan harga daging ayam saat ini," ujarnya di Medan, Senin (16/2/2026).
Daging ayam kini menjadi menu favorit yang paling dicari. Selain untuk kebutuhan rumah tangga menjelang Ramadan, daging ayam juga menjadi komponen utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingginya serapan pasar untuk program tersebut membuat pasokan yang dihasilkan produsen kesulitan memenuhi total permintaan masyarakat umum.
Baca juga : Harga Bahan Pokok di Medan Terpantau Stabil Jelang Lebaran
Meskipun ada upaya peningkatan stok, Gunawan mencatat bahwa pasokan menjelang Ramadan saat ini hanya naik di bawah 12% dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini belum cukup untuk meredam volatilitas harga yang terjadi di pasar-pasar tradisional Medan.
Stabilitas Daging Sapi dan Komoditas LainBerbeda dengan ayam, harga daging sapi masih diperdagangkan stabil. Namun, diproyeksikan akan ada tarikan permintaan sebesar 35% dari wilayah Aceh dan Sumut seiring dengan pemulihan pascabencana akhir November lalu. Berikut tabel perbandingan harga kebutuhan pokok di Medan:
Komoditas Harga Saat Ini (Mata Uang Rupiah) Status Daging Ayam Potong Rp39.000-Rp42.000 Waspada Naik Daging Sapi Rp135.000-Rp150.000 Stabil Cabai Caplak Rp57.000-Rp60.000 Mahal Bawang Merah/Putih Stabil Normal Tidak Ada Indikasi SpekulanMeski harga beberapa komoditas bertahan mahal, hasil penelusuran tim ekonomi menunjukkan bahwa pola distribusi masih berjalan normal. Belum ditemukan adanya dugaan penyimpangan harga atau permainan spekulan yang sengaja menimbun pasokan.
"Harga di tingkat produsen dan distribusi hingga ke konsumen masih menunjukkan pola distribusi normal. Kenaikan sejumlah komoditas tersebut masih mencerminkan kondisi fundamental di tingkat produsen," pungkas Gunawan Benjamin. (I-2)





