Tinjau Guci Tegal Usai Banjir Bandang, Muzani Soroti Dugaan Penebangan Hutan

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Tegal -

Ketua MPR Ahmad Muzani, meninjau kondisi Objek Wisata Guci di Tegal, Jawa Tengah pasca diterjang banjir bandang. Muzani menduga adanya aktivitas penebangan hutan yang memperparah dampak bencana.

"Ini sebenarnya sudah hulu. Tapi di atasnya terjadi hujan yang lebih besar, kemudian sepertinya ada penebangan," kata Muzani saat meninjau lokasi, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Muzani Segera Lapor Prabowo Terkait Bencana Tanah Bergerak di Padasari Tegal

Namun, Muzani belum berbicara lebih jauh mengenai dugaan itu. Dia kemudian mendorong adanya langkah konkret pemulihan lingkungan guna mencegah bencana terulang.

Pemerintah Kabupaten Tegal, kata Muzani tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Perhutani untuk melakukan penanaman kembali pohon-pohon di area resapan air.

"(Rencananya akan ada) penanaman kembali di lereng-lereng gunung, di lereng Gunung Slamet agar terjadi reboisasi kembali," turur Muzani.

Objek Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal diterjang banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025). Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi hingga alian sungai meluap.

Salah satu ikon wisata yang paling terdampak adalah Pancuran 13. Kolam air panas yang biasa dipadati pengunjung itu hilang tergerus banjir.

Dorong Aspirasi Warga agar Tiket Pancuran 13 Digratiskan

Selain masalah lingkungan, Muzani juga menyampaikan aspirasi masyarakat setempat agar pengelolaan Objek Wisata Guci ditata ulang. Salah satu permintaan utama warga adalah perbaikan jembatan yang hancur dan penggratisan tiket masuk ke area Pancuran 13.

"Masyarakat meminta agar Pancuran 13, air panas merupakan objek utama dari wisata air panas Guci ini digratiskan," ucap Muzani.

Selama ini, area Pancuran 13 yang masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di bawah naungan BKSDA dikenakan tarif Rp 27.000. Muzani berharap pemerintah pusat dan pengelola dapat mempertimbangkan untuk menggratiskan akses ke ikon wisata tersebut agar bisa dinikmati masyarakat luas.

"Kita ingin agar pemerintah memperhatikan persoalan objek yang vital ini, air panas. Caranya dengan menggratiskan," tutur Muzani.

Baca juga: Gelondongan Kayu Penuhi Pantai Larangan Tegal Usai Banjir Bandang Guci

Dengan menggratiskan ini diharapkan apa yang menjadi sumber inti dari Guci itu bisa dinikmati sebanyak-banyaknya untuk masyarakat umum, bukan hanya orang lokal tapi juga pendatang," pungkasnya.




(ond/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Ramadhan, Umat Lintas Iman Kirab Seni Budaya di Serang
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
7 Benteng Terbesar dan Termegah di Dunia, Ada 3 dari India
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Pendidikan hingga Bencana, Begini Cara Kapolda Aceh Dekatkan Diri dengan Masyarakat
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Menlu AS sebut negosiasi terkait Greenland berjalan positif
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.