Grid.ID - Profil Dokter Piprim Basarah menjadi perhatian publik setelah kabar pemberhentiannya oleh Menteri Kesehatan mencuat ke ruang publik. Konsultan jantung anak senior itu menyatakan dirinya dipecat setelah bersikap kritis terhadap kebijakan kolegium di bawah Kementerian Kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (15/2/2026). Keputusan pemberhentian itu memicu perdebatan di kalangan profesi medis dan masyarakat luas.
Sebagian pihak melihatnya sebagai dinamika hubungan organisasi profesi dengan pemerintah, sementara lainnya menilai hal itu sebagai penegakan disiplin ASN. Berikut ulasan lengkap profil Dokter Piprim Basarah, perjalanan pendidikan, karier, hingga polemik yang menyertainya.
Profil Dokter Piprim Basarah
Dokter Piprim dikenal bernama lengkap dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA. Dikutip dari Tribunnews.com, Senin (16/2/2026), ia lahir di Malang, Jawa Timur, pada 15 Januari 1967. Pendidikan kedokterannya ditempuh di Universitas Padjadjaran dan lulus pada 1991.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan meraih gelar Spesialis Anak pada 2002. Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan konsultan anak di FKUI pada 2004.
Tak berhenti di dalam negeri, ia juga memiliki pengalaman internasional melalui fellowship kardiologi anak di Institut Jantung Negara, Malaysia, yang diselesaikannya pada 2007. Dengan latar belakang tersebut, ia memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang kesehatan anak dan lebih dari 15 tahun sebagai subspesialis kardiologi anak.
Ia pernah bertugas sebagai dokter PTT di Puskesmas Rawa Pitu, Lampung Utara, pada 1992–1995. Pada 2003, ia juga sempat bertugas di Ambon.
Sejak 2005, ia berkiprah di Jakarta dan tercatat sebagai Konsultan Kardiologi Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Selain praktik klinis, ia aktif dalam dunia pendidikan sebagai dosen di FKUI dan mengajar calon dokter spesialis kardiologi anak.
Dalam organisasi profesi, profil Dokter Piprim Basarah semakin menonjol saat ia menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ia dikenal vokal dalam menyuarakan isu kesehatan anak, mulai dari imunisasi, nutrisi, hingga kebijakan layanan kesehatan. Karakternya disebut tegas, terutama saat membahas etika profesi dan perlindungan hak kesehatan anak.
Polemik Mutasi dan Pemberhentian
Polemik mutasi dan pemberhentian Dokter Piprim Basarah kini menjadi sorotan. Pada April 2025, ia dimutasi dari RSCM ke RSUP Fatmawati. Ia menilai proses mutasi tersebut tidak transparan dan berlangsung mendadak.
Dalam pernyataannya, ia mengaitkan mutasi dan pemberhentian dengan sikapnya menolak kolegium yang berada di bawah Kementerian Kesehatan. Ia menyebut hanya menjalankan amanah kongres nasional di Semarang agar kolegium ilmu kesehatan anak tetap independen dan tidak berada di bawah Menteri Kesehatan.
Namun, upayanya itu justru berujung pada mutasi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RSUP Fatmawati pada April 2025. Konsultan jantung anak senior itu lanjut mengaku diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri terhitung sejak Februari 2026. "Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin," ucapnya, sebagaimana dikutip Kompas.com,
Keputusan pun tertuang dalam dokumen tertanggal 2 Februari 2026 yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa dr. Piprim melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil karena tidak hadir bekerja selama 28 hari berturut-turut.
Dalam video yang diunggahnya, Dokter Piprim Basarah menyampaikan permohonan maaf kepada pasien-pasiennya, khususnya di RSCM, serta kepada mahasiswa, residen, dan calon konsultan jantung anak yang selama ini dibimbingnya. Ia menyatakan tidak lagi dapat mendampingi mereka dalam proses pendidikan dan pelayanan medis.
Kasus ini memicu perdebatan luas. Sebagian menilai pemberhentian tersebut sebagai bagian dari dinamika kebijakan dan tata kelola ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Sebagian lainnya melihatnya dalam konteks kebebasan berpendapat dan independensi organisasi profesi. Terlepas dari polemik tersebut, profil Dokter Piprim Basarah menunjukkan rekam jejak panjang sebagai dokter spesialis anak dan konsultan kardiologi anak dengan pengalaman klinis, akademik, serta organisasi yang signifikan di Indonesia. (*)
Artikel Asli




