REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Bencana tanah bergerak melanda permukiman warga di Blok Godabaya, Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka. Akibatnya, sebanyak 35 kepala keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terdampak dan terancam pergerakan tanah.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dan meningkatkan kadar air dalam tanah secara drastis. Kondisi itu membuat struktur tanah menjadi labil, terlebih lokasi tersebut berada di zona merah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah tinggi.
Baca Juga
Marak Fenomena Tanah Bergerak, Ini Penjelasan BNPB
Tanah Bergerak Tegal Rusak 863 Rumah, 2.461 Pengungsi Tunggu Relokasi
Pemkot Semarang Belum Matangkan Rencana Relokasi Warga Korban Tanah Bergerak di Jangli
Tanah bergerak sepanjang sekitar 339 meter dari bagian puncak perbukitan. Dampaknya, sebanyak 25 rumah terdampak langsung, sedangkan 128 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.
Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kemungkinan relokasi warga terdampak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Apabila masyarakat siap untuk direlokasi, kami akan mengusulkan ke pemerintah provinsi. Namun di sisi lain, Pemkab Majalengka juga menyiapkan lahan relokasi di daerah yang lebih aman dan tidak jauh dari lokasi saat ini, agar warga tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Eman, Senin (16/2/2026).
Pemerintah daerah telah menyiapkan tenda pengungsian sementara dan mendirikan dapur umum melalui Dinas Sosial untuk memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.
Selain penanganan darurat, Eman mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mengurangi risiko bencana serupa.
“Kita harus bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Jangan sampai terjadi kerusakan alam yang justru memperparah potensi bencana,” tegasnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Apip Supriyanto, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tenda pengungsian dan dapur umum di Desa Sukadana untuk mendukung penanganan darurat.