PADANG, KOMPAS — Warga Tionghoa di Kota Padang, Sumatera Barat, menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan bersembahyang di Kelenteng See Hien Kiong. Selain ibadah, momen pergantian tahun baru Imlek juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan di kelenteng lama.
Kelenteng See Hien Kiong di Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, bersolek menyambut Tahun Baru Imlek. Lampion merah tergantung berjejer di halaman dan di dalam kelenteng. Puluhan lilin merah besar berjejer di sudut halaman kelenteng. Ornamen Tahun Kuda Api juga tak luput menghiasi.
Meski hujan turun pada Senin (16/2/2026) sore, warga Tionghoa Padang mulai datang untuk sembahyang dengan berbagai tujuan di Kelenteng See Hien Kiong. Mereka mempersembahkan buah, menyalakan lilin, membakar dupa, dan membakar kertas untuk para dewa.
“Saya sembahyang untuk menghindari ciong (ketidakselarasan). Saya kelahiran 1999, shio kelinci, ada ciong pada Tahun Kuda Api. Untuk menghindari ciong, saya sembahyang dulu untuk meminta perlindungan dan keselamatan,” kata Ivander Kevin Makmur (27), usai sembahyang di Kelenteng See Hien Kiong, Senin sore.
Kevin menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, pemilik shio kelinci akan mengalami situasi yang keras ataupun gejolak pada tahun kuda api. Ikhtiar yang ia lakukan dengan sembahyang diharapkan tahun baru ini dapat dijalani dengan baik dan mudah.
“Di tahun kuda api ini, semoga lancar semua urusan saya. Kebetulan istri juga sedang hamil anak pertama. Anak saya nanti (lahir di) Tahun Kuda Api juga. Semoga saya dapat berkat dari sana,” ujar warga Kampung Pondok yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini.
Humas Kelenteng See Hien Kiong, Indra Lie, mengatakan, momen puncak ibadah menyambut Tahun Baru Imlek di kelenteng ini akan berlangsung pukul 23.30 hingga pergantian tahun. Ratusan warga etnis Tionghoa dari berbagai daerah akan datang silih berganti untuk sembahyang.
Sebelum sembahyang malam tahun baru, kata Lie, pengurus kelenteng juga menyuguhkan berbagai pertunjukan bagi para pengunjung. Ada belasan kelompok dari sejumlah perhimpunan yang akan menampilkan barongsai, tari naga, wushu, gambang, line dance, tari piring, biola, dan lain-lain.
“Pertunjukan dihelat selepas magrib di halaman kelenteng lama dan terbuka untuk umum,” ujar Lie.
Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026 dan merupakan tahun kuda api. Kuda api biasanya dikaitkan dengan lambang energi, kebebasan, kemandirian, kecepatan, pergerakan, dan ambisi. Sesuai simbolnya, Tahun Kuda Api diharapkan bisa mendatangkan banyak getaran positif dan kemajuan (Kompas.id, 15/2/2026).





