Melihat Data Kasus Anak Bunuh Diri di RI: Paling Banyak Usia 15-17 Tahun

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kasus bunuh diri anak di Indonesia semakin marak. Peristiwa bunuh diri seorang anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi paling yang menggemparkan publik. Anak itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli pena dan buku akibat kemiskinan yang ia alami.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyebut jumlah kasus anak bunuh diri di Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara pada 2023-2024.

“Ya (tertinggi di Asia Tenggara) tapi di tahun 2023 dan 2024,” ucap Diyah saat dihubungi, Senin (16/2).

“Walau tahun 2025 juga masih tergolong tinggi,” tambahnya.

Sebenarnya, berapa banyak kasus bunuh diri pada anak yang terjadi di Indonesia?

Kasus Anak Bunuh Diri di RI

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada 2022 terdapat 37 kasus bunuh diri pada anak. Faktor yang mempengaruhi anak bunuh diri didominasi karena bullying. Dengan korban paling banyak berusia 15-17 tahun.

Pada 2023 terdapat 46 kasus bunuh diri pada anak di Indonesia yang dilaporkan. KPAI menyebut terdapat tiga anak berusia 9 tahun yang bunuh diri. Selain itu, beragam alasan melatarbelakangi peristiwa bunuh diri pada tahun itu, seperti bullying, pengasuhan hingga persoalan asmara. Sama seperti tahun 2022, korban bunuh diri paling banyak berusia antara 15-17 tahun.

Di tahun 2024, terdapat 43 kasus bunuh diri anak. Korban bunuh diri paling banyak juga berusia antara 13-15 tahun. Berbagai macam alasan melatarbelakangi terjadinya bunuh diri pada anak ini. Mulai dari bullying, asmara, pengasuhan hingga masalah pribadi.

Pada 9 Januari 2024, misalnya, seorang siswa SMP berusia 13 tahun di Semarang, Jawa Tengah memutuskan mengakhiri hidupnya karena alasan bullying. Bahkan ada juga seorang anak berusia 11 tahun di Kolaka, Sulawesi Tenggara bunuh diri pada 26 Mei 2024, karena merasa depresi.

Sementara itu, pada 2025 sebanyak 26 kasus bunuh diri pada anak terjadi. Seorang siswa SMA berusia 16 tahun di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, karena kesehatan mental akibat tekanan di sekolah. Usia anak yang bunuh diri paling banyak di tahun 2025 juga di rentang 13-15 tahun.

KPAI juga melihat kasus bunuh diri pada anak yang terjadi antara 2023 hingga 2025 didominasi mereka yang berusia 15 sampai 17 tahun. Sebanyak 30 persen anak yang mengakhiri hidupnya terjadi di satuan pendidikan.

Kasus bunuh diri terbanyak kedua terjadi pada anak yang berusia 12-14 tahun yakni 33 kasus. Sementara itu, terdapat 7 kasus pada anak berusia 9-11 tahun yang mengakhiri hidupnya sepanjang 2023 hingga November 2025.

Berdasarkan data KPAI, wilayah Jawa Barat dan Bali menjadi provinsi dengan kasus bunuh diri pada anak terbanyak. Dari tahun 2023 hingga November 2025, sebanyak 12 kasus bunuh diri terjadi di Jawa Barat. Sementara itu, kasus bunuh diri pada anak terjadi sebanyak 7 kasus.

Atas maraknya kasus bunuh diri anak ini, KPAI pun memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah, seperti penguatan psikologi anak.

“Mendesak Kementerian Kesehatan agar memberikan penguatan kesehatan mental kepada anak terkait dengan resiliensi dan ketahanan anak,” ucap Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini.

Selain itu, Diyah juga mendesak Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana agar memberikan penguatan pengasuhan positif pada anak di lingkungan keluarga, agar anak mendapatkan pengasuhan yang positif.

Selain itu, KPAI mendorong agar pemerintah bisa mencegah kasus bunuh diri anak dengan penguatan pengawasan di sekolah.

“Mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar melaksanakan pencegahan anak mengakhiri hidup di berbagai lingkungan,” tutur Diyah.

“Mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar melakukan edukasi pencegahan anak mengakhiri hidup serta penguatan pengawasan di lingkungan sekolah,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Sebut AKBP Didik Dapat Sekoper Narkoba dari Bandar: Untuk Dikonsumsi
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Benfica vs Real Madrid: Momen Balas Dendam
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Minta Izin Stock Split, Emiten Sinar Mas DSSA Gelar RUPSLB 11 Maret 2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Suami Minta Jatah ke Istri di Bulan Ramadhan, Apakah Batal Puasanya?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pesan Kuasa Hukum Denada: Balas WhatsApp dan Ambil Langkah Duluan Temui Ibunya
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.