JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas menyorot sejumlah hal usai eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK) ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba.
Ia mengatakan harus ada penguatan pengawasan di Polri agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hasbi juga memandang perlu ada kerja sama kepolisian dengan pihak lain, seperti Badan Narkotika Nasional atau BNN.
"Pengawasan harus lebih diperketat lagi karena memang jaringan narkoba coba kita bayangkan bukan hanya di kepolisian. Kita bisa lihat misalnya dari Sumatera itu, dari Malaysia, itu masuk melalui Sumatera kan sangat banyak. Nah, ini harus kerja sama yang maksimal antara kepolisian dan BNN," tuturnya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, selain harus ada kerja sama Polri dengan BNN, harus ada keterlibatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) antinarkoba dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Sebab kenapa? Masuknya narkoba itu bukan hanya di negara kita aja, dalam artian pembuatannya ada unsur luar," jelasnya.
Hasbi menduga narkoba dari luar negeri bisa lolos masuk ke Indonesia karena ada keterlibatan kepolisian.
"Nah, di sini pengawasan harus lebih diperkat," tegasnya.
Baca Juga: Bareskrim soal Eks Kapolres Bima Kota: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi Pribadi
Dalam kesempatan sama, Ketua Penasihat Ahli Kapolri Komjen Purnawirawan Ito Sumardi menilai perlu ada sanksi yang menimbulkan efek jera bagi anggota polisi yang terlibat kasus narkoba.
"Tentunya yang paling diharapkan adalah pengembangan kasus secara tuntas dan juga sanksi hukum yang betul-betul harus bisa menimbulkan efek deterrent (efek gentar/efek jera) kalau tidak ini akan terjadi terus," ucapnya.
Dari kasus eks Kapolres Bima Kota ini, Ito menilai Polri juga perlu menelusuri dari hilir ke hulu, termasuk asal narkoba dan siapa saja pihak yang terlibat.
"Dan diungkap kepada masyarakat. Jadi jangan sampai ada kesan bahwa kasus ini kecil," ucapnya.
Ito juga mengatakan perlunya hukuman tegas bagi bandar-bandar narkoba agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca Juga: Eks Kapolres Bima Kota Belum Ditahan meski Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Ini Alasannya
Eks Kapolres Bima Kota Jadi TersangkaPenulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- eks kapolres bima kota
- narkoba
- eks kapolres bima kota tersangka narkoba
- dpr
- komisi 3
- polri





