Akses menuju kampung tersebut tertutup lumpur tebal dan tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir. Kehadiran alat berat milik Jhonlin Group menjadi kunci dalam membuka kembali jalur vital yang menghubungkan kampung dengan wilayah lainnya.
Baca juga: Relawan Kemanusiaan Jhonlin Group Buka Akses Jalan Terisolasi di Aceh Tamiang Pasca Banjir
Akibat terputusnya akses, distribusi bantuan kemanusiaan sempat terkendala. Kampung Sekumur tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah dalam bencana tersebut.
Dari sekitar 276 rumah warga, hanya tersisa delapan unit dengan kondisi rusak berat. Sisanya hancur tersapu banjir bandang.
Kapten Rescue Jhonlin Group, Rahmatullah, mengatakan kondisi di lapangan cukup berat. Selain akses yang tertutup material lumpur dan kayu, jarak kampung yang jauh dari ibu kota kabupaten juga menjadi tantangan tersendiri.
“Hampir 300 rumah, yang tersisa kurang lebih sekitar delapan rumah saja. Selebihnya habis tersapu banjir bandang,” ujar Rahmatullah.
Ia menjelaskan keterlambatan bantuan terjadi karena sulitnya akses menuju lokasi. Hal ini karena beberapa ruas jalan utama juga mengalami longsor, sehingga menyulitkan pengiriman alat berat ke titik terdampak.
“Ini yang menjadi kendala di sini. Pengiriman alat berat juga tidak mudah karena ada beberapa titik longsor di jalan utama,” tambahnya.
Datuk Penghulu Kampung Sekumur, Sofian Iskandar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, tanpa alat berat, pembukaan akses jalan hampir mustahil dilakukan secara manual oleh warga.
“Kami masyarakat Sekumur mengucapkan terima kasih atas kehadiran alat berat Jhonlin Group di desa kami. Itu sangat membantu. Kalau tidak ada alat-alat itu, mungkin akses kami tidak terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan hampir seluruh pemukiman warga tertimbun kayu gelondongan dan material banjir, termasuk jalur menuju sungai dan akses utama desa.
“Bapak lihat sendiri, semua pemukiman kami ditumpuk oleh gelondongan. Arah ke sungai dan jalan kami pada umumnya tertutup kayu besar,” tegasnya.
Terbukanya kembali akses jalan diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas warga serta memperlancar penyaluran bantuan lanjutan pascabencana. Solidarity for Humanity Jhonlin Group menyatakan akan terus bekerja membantu masyarakat terdampak hingga kondisi kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





