Rupiah Keok dari Shekel Israel: Sentuh Level Terlemah Sepanjang Masa

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan mata uang Israel, shekel (ILS) terus menunjukkan penguatan, baik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maupun rupiah.

Mengacu data Refinitiv, shekel kembali mencatat level terkuatnya terhadap rupiah. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026), shekel menguat 0,13% terhadap rupiah dan mengakhiri perdagangan di Rp5.449/ILS. Level tersebut sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah terhadap shekel sepanjang masa.

Secara tren 12 bulan terakhir, shekel tercatat telah terapresiasi 18,98% terhadap rupiah.

Hal ini terlihat pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026), ketika rupiah ditutup melemah di Rp5.441/ILS, dibandingkan posisi setahun sebelumnya pada 13 Februari 2025 yang masih berada di Rp4.573/ILS.

Shekel Tembus Rekor Level Terkuat dalam 30 Tahun dari Dolar AS

Menguatnya shekel terhadap rupiah terjadi seiring menguatnya shekel terhadap dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026), shekel mencatat level terkuat terhadap greenback dalam 30 tahun terakhir atau sejak 1996. Pada hari itu, shekel ditutup terapresiasi ke ILS 3,072/US$.

Dalam setahun terakhir, penguatan shekel terhadap dolar AS juga terbilang besar, yakni 13,20%. Kurs setahun lalu berada di ILS 3,5597/US$, sementara kurs terakhir pada penutupan Jumat (13/2/2026) berada di ILS 3,0899/US$.

Penyebab Menguatnya Shekel

Penguatan shekel terjadi di tengah perubahan strategi pengelolaan portofolio oleh institusi keuangan Israel, yang secara bertahap mengurangi eksposur terhadap mata uang asing.

Data Bank of Israel menunjukkan, pada periode September-November 2025, eksposur valuta asing institusi turun dari 23,1% dari total aset menjadi 22,1%, atau turun 1%.

Mengacu laporan Globes, kepala ekonom Meitav, Alex Zabezhinsky, meninjau 10 institusi keuangan terbesar di Israel dan menemukan penurunan eksposur berlanjut pada Desember hingga di bawah 19%.

Level tersebut bahkan lebih rendah dibanding akhir 2022, sebelum memanasnya isu perombakan yudisial yang sempat diikuti pelemahan shekel.

Perbedaan strategi juga terlihat antar institusi. Berdasarkan perusahaan pembanding dana provident Gemel Net, Menora Mivtachim mencatat eksposur mata uang sebesar 21,4% dan Phoenix Financial 21,1%, sehingga masih tergolong tinggi. Sementara itu, Altshuler Shaham berada di 17,2% dan Harel 17,6%, yang mencerminkan pemangkasan eksposur lebih agresif.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurma dan Air Putih saat Berbuka Puasa, Sunnah Nabi yang Sarat Hikmah
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Kemarin, BPS percepat verifikasi PBI JKN dan banjir di Grobogan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi I DPR Akan Kawal Partisipasi Indonesia di BoP agar Suarakan Hak Palestina
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Seminar dan Workshop Pengusaha Muda Brilian Dorong Lahirnya Entrepreneur Tangguh dan Inovatif
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Festival Imlek Jakarta 2026 dan Solo Hadirkan Lampion Warna-warni Semarakkan Tahun Baru Tionghoa
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.