Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlanjut pada Ramadan. Ia menyebutkan, pola makanan dan mekanisme pembagiannya berbeda.
Sony menjelaskan bahwa asupan bergizi untuk anak-anak harus diprioritaskan dan dilakukan secara terus menerus.
"MBG tetap berjalan. Ramadan tidak jadi alasan untuk program MBG yang berhenti. Karena asupan gizi itu tidak boleh berhenti, harus terus menerus dilakukan hanya polanya yang berbeda," kata Sony dalam sambutannya di acara peresmian SPPG UMSU, Medan, Senin (16/2).
Ia kemudian membagikan contoh bentuk MBG yang dapat diberikan saat Ramadan nanti.
"Untuk peserta didik bisa dibagikan dalam bentuk makanan kering misalnya proteinnya dalam bentuk kering, misalnya telur rebus, telur asin, dendeng, abon gitu ya," ucap Sony.
Karbohidratnya, lanjut Sony, dibuat dalam bentuk kue dari olahan yang aman dikonsumsi. Ia menyebutkan, buah-buahan yang dibagikan juga buah yang berkulit.
"Karbohidratnya bisa dari kue-kue yang dibuat yang tentu saja diutamakan berasal dari hasil UMKM. Buahnya, buah yang berkulit seperti pisang, jeruk, salak untuk porsi yang besar. Jangan sampai yang balita dikasih salak," ujar Sony.
Menurut Sony, dalam pembagian MBG kepada pesantren-pesantren dilakukan menjelang berbuka puasa.
"Jadi untuk pondok pesantren, kalau seandainya ada yang boarding school itu bisa diberikan menjelang sore, menjelang berbuka puasa," kata Sony.
"Sekali lagi, program MBG pada bulan Ramadan tetap jalan, tentu dengan perubahan disesuaikan dengan kebutuhan," pungkas Sony.





