Makassar Penopang Ekonomi Jepang:  ⁠Suplai Tenaga Kerja dan Hasil Laut 

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

Jepang dan Indonesia punya hubungan yang erat. Termasuk juga dalam hal pangan. Makassar menjadi salah satu kota penyuplai pangan ke Negeri Sakura. 

Oleh: WIDYAWAN SETIADI

Makassar-Hokkaido

Indonesia menjadi eksportir terbesar Hokkaido dibanding negara ASEAN lainnya. Rata-rata nilai impor Hokkaido dari Indonesia mencapai 48,3 miliar yen atau sekitar Rp5,25 triliun setiap tahun.

“Indonesia menjadi negara dengan ekspor tertinggi ke Hokkaido dibanding negara ASEAN yang lain, nilainya mencapai 48,3 miliar setiap tahun. Itu didominasi sektor pertambangan dan ekspor pangan ke sini,” kata Wakil Direktur Divisi urusan internasional Pemerintah provinsi Hokkaido, Shin Ohara.

Sedangkan Staf Senior Biro urusan internasional Departemen Perencanaan dan Koordinasi Kebijakan Pemerintah Hokkaido, Tomohiro Yamamoto menyampaikan, di daerahnya ada sekitar 11 ribu tenaga kerja asal Indonesia.

Mereka semua bekerja di berbagai sektor, termasuk industri. Namun mayoritas tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor industri pangan, seperti perikanan dan berbagai hasil laut.

“Di Hokkaido ada sekitar 11 ribu tenaga kerja asal Indonesia. Mereka memang rata-rata masih muda dan banyak bekerja di sektor industri pangan, baik itu di bidang perikanan maupun yang lainnya,” ungkapnya.

Kondisi ini mempertegas posisi Indonesia memang sangat vital bagi Jepang. Bahkan salah satu perusahaan asal Kota Makassar, PT Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), menjadi salah satu langganan pengekspor hasil laut.

Sejak awal berdiri pada 2015 lalu, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor seafood ini memang sudah menjalin kerja sama dengan Jepang. Bahkan, perusahaan ini berdiri dari hasil kolaborasi pengusaha Jepang, Cikara-San dan pengusaha Indonesia, Nurhadi Samad.

“Kalau untuk ekspor ke Jepang itu dimulai sejak awal perusahaan ini berdiri, rentang antara 2015 sampai 2017 lah. Memang sudah langsung ekspor ke Jepang,” ujar Presiden Direktur PT Nirvana Niaga Sejahtera, Nurhadi Samad.

Hanya saja, pada awal ekspor lemparan mereka hanya tuna. PT NNS menyuplai tuna slice ke sana untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Saitama, Prefektur Yokohama. Namun perlahan sudah merambah ke prefektur lain seperti Hokkaido, Tokyo, dan Osaka.

“Awalnya hanya tuna, belum masuk ke produk lain. Itu juga menjadi riwayat sejarah dari mana perusahaan ini didirikan. Jadi perusahaan ini didirikan dari obrolan santai saya dengan Cikara itu, terkait potensi hasil laut yang bagus,” lanjutnya.

Kata Adi, waktu itu mereka tidak punya modal. Kemudian Cikara memutuskan join dan semua pembiayaan untuk pembangunan pabrik digelontorkan. Adi mengambil peran dalam membentuk jaringan nelayan, suplai bahan baku, hingga processing dan sebagainya dengan pendampingan dari Jepang.

Pendampingan ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan mutu produk yang sesuai dengan permintaan pasar Jepang. Bahkan produk perusahaan ini dikontrol langsung oleh tenaga kerja Jepang, Okamoto-San sebagai quality control, agar kepercayaan pasar di Negeri Sakura kian melejit.

“Itu berjalan sampai saat ini, mereka menjadi pembeli existing. Kemudian berkembang dengan produk baru, jenis bahan baku yang lain, dan ini ternyata mengundang buyer-buyer yang lain berdatangan. Sekarang kami bisa bersaing lebih baik lah dari kompetitor yang lain,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, PT NNS memang menjadi spesialis tuna. “Jadi kami kirim yang sudah siap makan. Konsumen paling hanya perlu merendam tiga sampai lima menit lalu dikonsumsi, tidak perlu diolah lagi,” imbuhnya.

Meski begitu, perusahaan ini juga perlahan merambah ke produk lain, seperti octopus, cumi-cumi, landak laut, dan beberapa lainnya. Ini justru bermula pasca covid-19 menerjang.

Saat itu mereka juga terdampak, sama seperti perusahaan lain. Tetapi, strategi bertahannya beda. Kendala ekspor tidak membuat mereka menyerah, justru menemukan stimulan baru yang kini perlahan menjadi andalan di pasar nasional.

Bahkan baku yang tidak bisa diekspor diolah menjadi makanan seperti panada, lumpia, pempek, dan berbagai olahan lain. Langkah berani ini berhasil menyelamatkan sekitar 600 karyawan dari PHK. Tidak satu pun karyawan diberhentikan pada masa covid.

Setelah covid mereda dan pintu ekspor dibuka kembali, muncullah berbagai komoditas baru tersebut. Yang paling baru, mereka baru saja mengekspor 15 ton octopus ke Jepang dengan volume 40 fit dalam satu kontainer. Nilainya sekitar 20 sampai 30 ribu dollar.

“Justru dari covid-19 itu kami belajar, meski struggling tetapi bisa selamat dan fight kembali. Justru ini dengan jumlah pilihan ekspor yang lebih beragam,” terangnya.

Kemudian, Head of Sales Distribution and Creative Division PT Nirvana Niaga Sejahtera, Nurman Prayudi menyampaikan, intensitas pengiriman dilakukan setiap bulan. Minimal satu kontainer dalam satu bulan.

“Kalau untuk tuna dua sampai tiga kontainer setiap bulan. Kalau gurita, cumi itu main di angka 10-15 ton per bulan. Tetapi kami upayakan sebanyak mungkin, karena mereka itu meminta tanpa limit, berapa pun mereka terima,” jelasnya

Itu sebabnya, mereka saat ini tengah sesuaikan dengan jumlah maksimum batas kontainer. Kata Yudi, untuk kontainer kapasitas 20 feet bisa menampung 15-17 ton. Untuk yang 40 fit kapasitasnya dua kali lipat.

“Untuk nilainya, yang 20 feet itu antara delapan sampai 10 ribu dollar. Kemudian yang kapasitas 40 fit ya berarti sekitar 20 ribu dollar lah dalam satu kali lemparan atau sekitar Rp335 juta lebih per kontainer. Tapi kalau tuna kita bisa kirim sekitar tiga sampai empat kontainer,” ungkapnya.

Kemudian dalam upaya mengumpulkan bahan baku, mereka menggandeng para nelayan dan pengepul sebagai mitra. Sasarannya Kawasan Timur Indonesia (KTI). Para nelayan diberi pelatihan, pembinaan, bahkan peralatan, agar hasil tangkap maksimal.

“Makanya kami terus melakukan ekspansi mitra. Ada nelayan, ada koperasi, ada juga pengepul. Kami m ngambil tuna itu paling kecil beratnya 30 kg, kalau maksimalnya tidak terhingga, kami ambil semua,” jelasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Tangkap Maling Laptop Pakai Lanyard di Hotel Bintang 5
• 9 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Terbang ke AS Bahas Tarif, Isu Industrialisasi Nasional Harus Diutamakan
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Meriah! 46 Instalasi Lampion Hiasi Festival Lentera di Kota Kuno Datong 2026
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
20 Ucapan Selamat Menyambut Ramadhan 2026 Penuh Makna dan Doa
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
6 Titik Pantau Hilal Sidang Isbat Puasa Ramadhan 2026 di Jakarta
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.