FAJAR, MAKASSAR – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan (Dispora Sulsel) resmi membuka perhelatan Brave Venture Masterclass yang diinisiasi oleh Brave Camp Indonesia. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Yotta Signature, Perintis Kemerdekaan, Makassar, dan menjadi ruang pembinaan intensif bagi puluhan calon wirausaha muda terpilih di Sulawesi Selatan.
Kepala Dispora Sulsel, Suherman hadir membuka acara secara langsung. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Brave Venture sebagai langkah konkret mendorong kemandirian pemuda melalui jalur kewirausahaan.
“Brave Venture merupakan event yang berkualitas dan harus berlanjut. Kita ingin lahir pemuda-pemuda mandiri yang berwirausaha seperti founder Yotta dan Lazuna. Saya berharap dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Brave Camp Indonesia ini, lahir founder-founder baru yang sukses di masa depan,” ujarnya di hadapan para peserta.
Antusiasme pemuda Makassar terhadap program ini terbilang tinggi. Dari 62 pendaftar, sebanyak 34 peserta terpilih melalui proses kurasi ketat berdasarkan potensi dan kesiapan bisnis mereka.
Selama masterclass, peserta mendapatkan materi eksklusif langsung dari para praktisi yang telah teruji di industri. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga dibimbing menyusun blueprint bisnis secara konkret dan aplikatif.
Hadir sebagai pemateri utama antara lain:
Adryan Yudhistira Purwanto, Founder Yotta Indonesia
Hasdar Haedar, Founder Lazuna Chicken
Albert P., Area Lead Startup Online Food Sulawesi
Ketiga narasumber membagikan strategi fundamental dalam membangun dan mengembangkan usaha, mulai dari manajemen operasional, penguatan sistem bisnis, hingga strategi ekspansi (scale-up).
Founder Brave Camp Indonesia, Angriani S. Ugart, menjelaskan bahwa Brave Venture dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori bisnis dan realitas lapangan.
“Kami tidak ingin hanya memberikan teori, tetapi juga akses langsung pada pengalaman para mentor yang sudah terbukti sukses. Fokus kami adalah membentuk mindset, softskill, dan lifeskill agar peserta benar-benar siap menjadi wirausaha tangguh,” ungkapnya.
Masterclass ini menjadi tahap awal dari rangkaian pembinaan jangka panjang. Selanjutnya, 34 peserta akan mengikuti fase mentoring eksklusif yang terbagi dalam dua zona bimbingan:
Yotta Circle (fokus pada Smart System)
Lazuna Circle (fokus pada Business Resilience)
Skema ini dirancang untuk memastikan para peserta tumbuh menjadi wirausaha muda yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan—sejalan dengan komitmen Dispora Sulsel dalam mencetak generasi pemuda produktif dan berdaya saing. (*/)





