BYD, Geely, dan VinFast Bersaing Akuisisi Pabrik Nissan-Mercedes di Meksiko

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produsen otomotif asal China, BYD dan Geely, bersama perusahaan asal Vietnam, VinFast, bersaing dalam proses akuisisi pabrik kendaraan milik Nissan Motor Co. dan Mercedes-Benz di Aguascalientes, Meksiko.

Mengutip laporan Reuters, ketiga perusahaan tersebut dinyatakan lolos dari sembilan kandidat awal yang juga mencakup pabrikan China seperti Chery dan Great Wall Motor.

Pabrikan China disebut tertarik mengakuisisi fasilitas tersebut guna memperluas kapasitas produksi di luar negeri, di tengah tekanan tarif Amerika Serikat yang mengganggu perdagangan otomotif Meksiko. Pabrik di Aguascalientes yang dibuka pada 2017 itu memiliki kapasitas produksi hingga 230.000 unit per tahun.

Fasilitas tersebut akan ditutup setelah Nissan menghentikan produksi model Infiniti QX50 dan QX55 di lokasi itu, sementara Mercedes-Benz memindahkan produksi model GLB ke Hungaria.

Penutupan ini merupakan bagian dari restrukturisasi global Nissan, yang juga menghentikan operasional fasilitas lain di Meksiko, serta langkah Mercedes-Benz memusatkan produksi generasi terbaru GLB di Eropa.

Pemerintah federal Meksiko tidak memiliki kewenangan untuk memblokir penjualan pabrik tersebut. Namun, menurut sumber pemerintah kepada Reuters, otoritas pusat mendorong pemerintah daerah untuk menunda persetujuan investasi otomotif asal China.

Langkah ini diambil di tengah negosiasi pengaturan perdagangan Amerika Utara dengan Amerika Serikat.

Pada 2025, Meksiko memberlakukan tarif 50 persen terhadap kendaraan dan barang asal China. Kebijakan tersebut dipandang sejalan dengan langkah Washington, tetapi di sisi lain mendorong produsen China mempertimbangkan pendirian fasilitas produksi lokal.

Ketertarikan BYD dan Geely mencerminkan ekspansi pesat industri otomotif China di pasar global. Sementara itu, industri otomotif Meksiko menghadapi tekanan sejak Amerika Serikat menerapkan tarif 25 persen terhadap mobil rakitan Meksiko pada Maret 2025.

Kebijakan tersebut berkontribusi pada penurunan hampir 3 persen ekspor kendaraan Meksiko ke AS sepanjang 2025 dan menyebabkan sekitar 60.000 kehilangan pekerjaan di sektor otomotif, berdasarkan data industri dan pemerintah.

Setiap proyek pembangunan atau akuisisi pabrik di luar negeri oleh perusahaan China memerlukan persetujuan dari Kementerian Perdagangan China. Salah satu sumber menyebutkan kementerian tersebut telah mengetahui proposal terkait pabrik Aguascalientes dan sejauh ini belum menyampaikan keberatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ricky Nelson Girang Bawa Persija Taklukkan Markas Bali United untuk Pertama Kali dalam 7 Tahun
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Volume Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 25 Persen di Libur Imlek
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kisah Norida: 18 Tahun Hidup Miskin di Lombok, Akhirnya Pulang ke Malaysia
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Cahaya Obor Terangi Singkawang, Ramadan dan Imlek Disambut Penuh Harmoni
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Mayat Dalam Koper Ditemukan di Rumah Kosong Gemparkan Warga Brebes
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.