BAU kaki adalah kondisi ketika kaki mengeluarkan aroma tidak sedap akibat keringat yang bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai bromodosis.
Kaki memiliki banyak kelenjar keringat. Saat kaki berkeringat dan berada dalam kondisi lembap, misalnya karena memakai sepatu tertutup terlalu lama, bakteri akan berkembang biak dan menghasilkan bau tidak sedap.
Berikut 14 Tips Menghilangkan Bau Kaki 1. Cuci Kaki Secara RutinGunakan sabun antibakteri dan bersihkan sela-sela jari kaki.
Baca juga : 8 Tips Menghilangkan Bau Kaki
2. Keringkan dengan BenarPastikan kaki benar-benar kering sebelum memakai kaus kaki atau sepatu.
3. Gunakan Kaos Kaki yang Menyerap KeringatPilih bahan katun atau yang khusus menyerap keringat.
4. Ganti Kaos Kaki Setiap HariJangan memakai kaos kaki yang sama berulang kali tanpa dicuci.
Baca juga : 9 Tips Menghilangkan Bau Kaki
5. Pilih Sepatu yang BernapasGunakan sepatu berbahan mesh atau yang memiliki ventilasi udara.
6. Jemur Sepatu Secara BerkalaSinar matahari membantu membunuh bakteri penyebab bau.
7. Gunakan Bedak atau Antiperspirant KakiProduk khusus kaki bisa membantu mengurangi keringat berlebih.
8. Rendam Kaki dengan Air GaramRendam 10 sampai 15 menit untuk membantu mengurangi bakteri.
9. Rendam dengan Air TehKandungan tanin dalam teh membantu mengurangi keringat.
10. Gunakan Cuka ApelCampur dengan air untuk membantu membunuh bakteri penyebab bau.
11. Potong Kuku Kaki Secara TeraturKuku panjang bisa menjadi tempat berkembangnya kotoran dan bakteri.
12. Gunakan Deodoran SepatuSemprotkan secara rutin untuk menjaga kesegaran sepatu.
13. Hindari Sepatu yang Sama Setiap HariBeri waktu sepatu untuk kering minimal 24 jam sebelum dipakai lagi.
14. Periksa Kondisi Kulit KakiJika ada infeksi jamur atau gatal berlebihan, segera obati agar bau tidak semakin parah.
Bau kaki bisa diatasi dengan menjaga kebersihan, mengontrol keringat, dan merawat sepatu dengan baik. Jika bau tidak membaik atau disertai gatal parah, sebaiknya konsultasi ke tenaga medis. (Z-4)
Sumber: ciputrahospital, halodoc





