Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Ratusan atlet Electronic Sports (Esports) dari berbagai penjuru Kota Batik memadati GOR Unikal Kota Pekalongan pada Senin (16/2/2026) pagi.
Mereka hadir untuk memperebutkan gelar juara dalam ajang bergengsi Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026.
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Mohamad Azmi Basyir, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan benteng bagi generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.
“Dasarnya kita ingin generasi muda memiliki kegiatan positif. Kita tahu ancaman narkoba dan hal negatif lainnya sangat nyata. Melalui Esports, selain mendukung cabor di bawah KONI, kita ingin bakat mereka tersalurkan ke arah yang benar,” ujar Azmi.
Ia juga berharap ajang ini menjadi wadah pembinaan utama bagi munculnya atlet-atlet berprestasi yang mampu menembus level nasional.
“Alhamdulillah pesertanya sampai ratusan. Esports itu bagus, tapi pesan saya tetap jangan sampai berlebihan,” imbuhnya.
Ketua ESI Kota Pekalongan, Fuhuluddin, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 288 atlet bertanding, dan jika dijumlah dengan pemain cadangan, total peserta mencapai lebih dari 300 orang.
“Pesertanya mencakup seluruh Kota Pekalongan. Yang termuda usia 13 tahun (SMP) dan tertua 45 tahun. Memang kita buka seluas-luasnya untuk menjaring bibit unggul,” jelas Fuhuluddin.
Ia menambahkan, terdapat tiga kategori utama yang dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp10 juta yang merupakan dukungan penuh dari Ketua DPRD.
“Mobile Legends atau ML , Free Fire atau FF dan E-Football PS5. Untuk ML satu tim terdiri dari 5 orang, dan yang ikut kejuaraan hari ini ada 32 tim. Sedangkan FF, 1 tim terdiri dari 4 tim dan hari ini ada 24 tim. Kalau untuk E-Football perorangan, ini ada 32 orang,” terangnya.
Dukungan penuh legislatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan. Menurutnya, momen ini sangat tepat sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“DPRD sangat suportif. Apalagi ini menjelang Porprov Semarang Raya. Meski Esports termasuk cabor baru, kita sudah masuk di prakualifikasi, khususnya nomor Free Fire. Insyaallah, kita targetkan juara di Porprov nanti,” kata Edywan.
Di tengah dominasi peserta laki-laki, sosok Naili Zulfa (15) mencuri perhatian. Siswi SMA 1 Pekalongan ini menjadi satu-satunya peserta perempuan di kategori Mobile Legends.
“Jujur awalnya gugup karena lawannya laki-laki semua. Tapi saya dan tim sudah rutin latihan sepulang sekolah. Target saya tetap juara,” ungkap Naili mantap.
Kehadiran Naili menjadi bukti nyata bahwa Esports di Kota Pekalongan semakin inklusif, terbuka bagi siapa saja tanpa memandang gender maupun usia, asalkan memiliki semangat sportivitas dan prestasi. (em-aha)





